:
Jakarta, InfoPublik - Indonesia diwakili Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan ‘The 1 st Joint Working Group Meeting (JWGM) on Tourism’ bersama Singapura di Jakarta, Jumat (24/3).
JWGM on Tourism ini sebagai tindak lanjut dari hasil nota kesepahaman bersama (MoU) kedua negara saat leader retreat di Semarang pada November 2016 lalu serta dalam rangka mendukung dan melaksanakan kerjasama pengembangan pariwisata yang telah disepakati.
Pertemuan membahas tiga topik utama yakni; kapal pesiar, MICE, dan investasi di bidang pariwisata. Untuk membahas ketiga topik tersebut delegasi Indonesia diwakili oleh Indroyono Soesilo untuk topik kapal pesiar, Hiramsyah Sambudhy untuk topik investasi dan Rizky Handayani membahas topik MICE.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta agar JWGM on Tourism menghasilkan program kegiatan yang real dan deal untuk diimplementasikan kedua pihak serta berusaha menghilangkan kegiatan yang bersifat seremonial.
“Harus ada satu program yang bisa langsung diimplementasikan apakah terkait dengan program kapal pesiar, promosi bersama bidang MICE ke Bintan, Batam atau Karimun, maupun penunjukan lokasi investasi di tiga destinasi yang diminanti investor Singapura; apakah Danau Toba, Mandalik,a atau Yogyakarta,” pesan Menpar Arief Yahya kepada delegasi Indonesia seusai menerima Dubes Singapura untuk Indonesia di kantor Menpar belum lama ini.
Menpar Arief Yahya mengatakan, kita akan meminta operator cruise Singapura untuk dapat menaikkan dan menurunkan penumpangnya di lima pelabuhan besar yaitu Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Benoa, dan satu pelabuhan lain yang diusulkan yaitu Tanjung Mas Semarang sekaligus disiapkan paket-paket wisatanya.
Sementara itu dalam pertemuan kedua negara di Singapura pada 20 Januari 2017 yang lalu pihak Singapura menyatakan ketertarikannya terhadap tawaran Indonesia untuk berinvestasi di bidang pariwisata di tiga daerah yakni; Danau Toba, Jogyakarta, dan Mandalika. Untuk merealisaikan ketertarikannya tersebut pihak Singapore Tourism Boarad (STB) telah melakukan kunjungan awal ke Danau Toba dan sekitarnya pada 21-23 Maret 2017 untuk melihat lokasi berikut infrastruktur serta sarana penunjang lainnya terkait pariwisata. Kunjungan STB ini dampingi Dirut Badan Otorita Danau Toba.
JWGM on Tourism Indonesia-Singapura diharapkan akan meningkatkan kerjasama bidang pariwisata kedua negara yang pada gilirannya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, pengeluaran dan lama tinggal melalui aktivitas people to people contact melalui program kapal pesiar dan MICE, selain itu invetasi yang ditanam akan membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja di bidang pariwisata yang berdampak langsung terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat setempat.