Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menangani longsor di ruas Jalan Brumbun–Pantai Sine, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, untuk menjaga akses Jalur Lintas Selatan (JLS) atau Pansela Jawa tetap dapat dilalui masyarakat. Penanganan juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan akibat tingginya curah hujan.
Longsor terjadi pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu sore hingga dini hari. Hasil analisis awal menunjukkan curah hujan tinggi menyebabkan tanah melemah, sehingga lereng tergerus dan material longsor menutup sejumlah bagian badan jalan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan, keberadaan jalan yang andal menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antarkawasan, pemerataan pembangunan wilayah, dan penguatan ekonomi daerah.
“Pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan, merupakan fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan. Konektivitas yang baik akan memperlancar distribusi logistik", tambah Dody dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir pada Kamis (5/11/2026).
Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Kementerian PU menangani sejumlah titik longsor di ruas Brumbun–Pantai Sine.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali, Yusuf Adinegoro, mengungkapkan, petugas telah membersihkan material longsor dengan bantuan alat berat ekskavator.
"Langkah ini dilakukan agar lalu lintas tetap dapat berjalan dan akses jalan tidak terputus," ujarnya.
Selain membersihkan material longsor, petugas memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan dan mengantisipasi risiko kecelakaan.
Penanganan di lapangan terus dilanjutkan sesuai kondisi untuk menjaga fungsi jalan dan keselamatan pengguna. Kementerian PU juga mengimbau masyarakat yang melintasi ruas Brumbun–Pantai Sine agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras, memperhatikan rambu-rambu peringatan, serta berhati-hati ketika melintasi kawasan lereng yang rawan longsor.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menjaga konektivitas jalan nasional agar tetap berfungsi dan mendukung mobilitas masyarakat di tengah kondisi cuaca yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.