PULANG PISAU, InfoPublik - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau memperketat pengawasan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (2/11/2026) guna merespons prakiraan cuaca panas esktrem.
Langkah mitigasi ini difokuskan pada empat wilayah rentan, yakni Kecamatan Jabiren Raya, sebagian Maliku, Sebangau Kuala, dan Kahayan Hilir.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau, Osa Maliki, mengonfirmasi bahwa tren titik api mulai melandai berkat guyuran hujan pada pekan sebelumnya.
"Karhutla yang terjadi sudah semakin landai, namun tidak menutup kemungkinan kebakaran bisa terjadi kembali mengingat peringatan BMKG dalam lima hari ke depan suhu akan sangat panas," ujarnya dalam konferensi pers di Posko Induk BPBD.
Karakteristik ekosistem lahan gambut menjadi salah satu faktor kerentanan yang membutuhkan atensi mitigasi tingkat tinggi.
"Yang menjadi kekhawatiran saat suhu panas adalah empat kecamatan tersebut, apalagi Kecamatan Jabiren Raya yang memiliki kondisi lahan gambut tebal," tegas Osa menyoroti potensi bencana susulan.
Untuk memperkuat garis pertahanan di titik rawan, personel TNI yang bersiaga di Pos Induk telah dikerahkan ke kawasan Tumbang Nusa untuk mengeksekusi operasi pemadaman dan pendinginan.
Pergeseran armada taktis ini turut berada di bawah pantauan langsung Bupati Ahmad Rifa'i beserta jajaran pimpinan daerah lainnya.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana daerah per akhir Oktober 2026, akumulasi karhutla di wilayah ini telah menyentuh angka 365 insiden dengan luasan area terbakar mencapai 14.731 hektare.
Konsistensi pengawasan lintas sektoral diyakini menjadi kunci utama untuk mencegah lahirnya titik api baru selama anomali iklim melanda. (MC Kab. Pulang Pisau/R.A.P/Barsel)