SLEMAN, InfoPublik - Mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem menjelang musim penghujan, tim gabungan bersama Relawan Kemanusiaan Tempel (Rekat) mengeksekusi penebangan 14 pohon rawan di Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Minggu (1/11/2026).
Langkah preventif yang dipusatkan di Dusun Plumbon Tengah ini dilakukan guna melindungi keselamatan warga dan infrastruktur permukiman dari risiko terjangan badai angin kencang.
Mitigasi bencana tersebut mengerahkan personel lintas sektoral yang melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Kalurahan Tangguh Bencana Mororejo, hingga aparat keamanan desa.
Ketua Rekat, Dwiyanto Hedi Purwoko, menegaskan, penertiban pohon di sekitar kawasan hunian merupakan tindakan mendesak seiring dengan peningkatan intensitas curah hujan daerah.
Koordinator pelaksana BPBD Sleman, Isdiyanto, turut mendesak masyarakat untuk mempertajam kepekaan lingkungan terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan pada masa peralihan cuaca.
Kewaspadaan komunal ini menuntut keaktifan warga dalam memetakan serta melaporkan kondisi infrastruktur alam yang rapuh kepada otoritas kebencanaan setempat.
Guna memperkuat kemandirian mitigasi di tingkat akar rumput, Lurah Mororejo, Jaka Ristanta, menyalurkan bantuan alat potong gergaji mesin yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan.
"Hingga saat ini telah diserahkan sebanyak enam unit chainsaw untuk enam padukuhan, di mana secara bertahap nanti akan kita penuhi seluruhnya yakni 13 padukuhan," ujar Jaka.
Kolaborasi solid antara aparat pemerintah, jaringan relawan, dan warga ini diproyeksikan mampu membangun sistem kewaspadaan dini bencana alam yang tangguh.
Kesadaran kolektif dalam merawat dan menata lingkungan diyakini menjadi tameng terkuat bagi masyarakat untuk menghadapi anomali iklim di masa mendatang. (MC Kab. Sleman/SBD)