Lumajang, InfoPublik – Banjir lahar dingin Gunung Semeru dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengakibatkan 10 rumah warga mengalami kerusakan serta merusak infrastruktur jalan di dua desa.
Bencana yang dipicu hujan deras disertai cuaca ekstrem tersebut terjadi pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dan berdampak pada Desa Pundungsari serta Desa Purorejo. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang pada Rabu (4/11/2026), longsor di Desa Pundungsari menyebabkan kerusakan jalan desa sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter.
Sementara itu, banjir lahar dingin di Desa Purorejo menggerus jalan desa sepanjang kurang lebih 800 meter. Sebanyak 10 rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan rumah-rumah yang mengalami kerusakan belum direkomendasikan untuk ditempati karena kondisi di lokasi belum kondusif.
“Rumah yang mengalami kerusakan saat ini tidak direkomendasikan untuk ditempati karena kondisi belum kondusif,” jelas Isnugroho, Kamis (5/11/2026).
Sebagai respons darurat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui BPBD telah menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Bantuan tersebut meliputi 10 dus lauk-pauk, lima dus makanan tambahan gizi, dan dua dus makanan siap saji.
Selain bantuan pangan, BPBD menyalurkan 17 terpal, 11 paket peralatan makan dan memasak, 11 paket perlengkapan kebersihan, 11 paket perlengkapan anak, serta 500 lembar gelangsi.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat, sedangkan hasil asesmen menjadi dasar untuk mengidentifikasi kerusakan dan kebutuhan penanganan lebih lanjut di wilayah terdampak.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan sekitar Gunung Semeru.
Warga diminta menghindari aktivitas di bantaran sungai karena aliran air berpotensi meningkat dan membawa material lahar.
“Warga diimbau tetap waspada dan menghindari bantaran sungai saat hujan deras,” pesan dia.
BPBD menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan warga, termasuk tidak menempati kembali rumah yang dinilai belum aman hingga kondisi memungkinkan.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/An-m)