Banggai, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, membagikan 5.000 masker kepada masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, termasuk Kota Luwuk. Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi warga dari paparan asap yang berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pembagian masker dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026) di sekitar Tugu Adipura, Luwuk. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banggai, dengan dukungan TNI, Polri, serta pihak swasta, yakni DS-LNG dan PT PAU.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banggai, Saprin K. Pitter, mengatakan pembagian masker merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Banggai untuk meningkatkan perlindungan masyarakat di tengah kondisi kabut asap.
Menurut Saprin, asap yang menyelimuti Banggai tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat, tetapi juga diduga merupakan kiriman dari Pulau Taliabu, Maluku Utara, serta sebagian wilayah Kalimantan.
Meski kejadian karhutla di Banggai mulai berkurang dibandingkan beberapa waktu sebelumnya, potensi kebakaran masih ada. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mengabaikan langkah pencegahan.
“Kebakaran sudah tidak separah yang kemarin, tetapi masih terjadi. Kalau kemarin setiap hari ada. Sekarang mungkin ada, tetapi masyarakat sudah bisa antisipasi sendiri,” ujar Saprin.
Ia menegaskan, penanganan karhutla dan dampak kabut asap membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Upaya pemerintah akan lebih efektif apabila didukung kesadaran masyarakat untuk mencegah kebakaran serta menerapkan langkah perlindungan kesehatan. “Bencana ini tidak bisa diselesaikan sendiri,” katanya.
Selain membagikan masker, BPBD Banggai mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut. Warga juga diminta meningkatkan perlindungan bagi kelompok rentan, terutama anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil.
Masyarakat diharapkan tetap memantau perkembangan kondisi udara dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan. Langkah pencegahan tersebut penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan selama paparan asap masih berlangsung.
(MC KAB. BANGGAI/Shyntia K. Dewi)