JENEPONTO, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto bergerak cepat merespons potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang datang beriringan dengan ancaman krisis kesehatan akibat bencana kabut asap.
Respons taktis tersebut dirumuskan langsung oleh Bupati Jeneponto, Paris Yasir, saat memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Rapat Bupati, Rabu (14/10/2026).
Didampingi oleh Sekretaris Daerah Aspa Muji beserta jajaran pimpinan aparat keamanan, Paris mendesak seluruh instansi untuk memperketat insting deteksi dini dan mengoptimalkan pertukaran informasi di lapangan guna memastikan stabilitas daerah tidak tergoyahkan oleh dinamika sekecil apa pun.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan, mitigasi kerawanan sosial mutlak membutuhkan komunikasi lintas sektoral yang tanpa sekat ego kelembagaan.
Pengenalan potensi konflik sejak fase embrio menjadi kunci utama agar setiap instansi dapat mengeksekusi langkah pencegahan dan penanganan secara presisi sesuai wewenang.
Koordinasi yang terpadu antarpemangku kepentingan ini diyakini mampu memadamkan percikan permasalahan sosial sebelum telanjur meluas menjadi gangguan kamtibmas nyata di ruang publik.
Bergeser dari isu stabilitas keamanan, forum strategis tersebut turut menyoroti ancaman ekologis berupa sebaran kabut asap yang berisiko fatal bagi aktivitas harian dan kesehatan pernapasan warga.
Menekan dampak paparan polutan berbahaya tersebut, Pemkab Jeneponto menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan untuk segera merancang dan mengeksekusi distribusi bantuan masker secara masif kepada masyarakat.
Langkah intervensi medis ini dikerahkan untuk meminimalisasi risiko kesehatan sekaligus mengedukasi warga agar tidak mengabaikan perlindungan diri saat beraktivitas di luar rumah.
Melalui kesolidan Forkopimda ini, roda pemerintahan daerah dipastikan hadir secara penuh dalam membentengi ketenteraman hukum dan keselamatan jiwa seluruh warga Jeneponto dari segala bentuk potensi krisis berkelanjutan. (MC Kab. Jeneponto)