Jakarta, InfoPublik - Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) Kemkomdigi Medan dan Aceh memperkuat pemulihan kesehatan masyarakat terdampak banjir di Hunian Sementara (Huntara) Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Langkah ini direalisasikan melalui program Top Down - Tanggap Bencana Sumatra kedua yang mengusung tema “Digitalisasi untuk Pemulihan Kesehatan Pasca Bencana di Tamiang Aceh.”
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penyerahan dan pemasangan satu unit Starlink di kawasan Huntara Desa Lubuk Sidup. Penyerahan dan pemasangan perangkat internet satelit tersebut dilakukan langsung oleh tim di kawasan Huntara untuk memastikan infrastruktur digital dapat segera beroperasi dan diakses oleh masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITB, Ilma Nugrahani, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap fasilitas internet sederhana yang diberikan tidak berhenti sebagai bantuan infrastruktur, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan akses dan pengetahuan masyarakat terhadap informasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan berbagai aktivitas produktif,” ujar Ilma dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Fasilitas Starlink ini dihadirkan untuk memperkuat konektivitas internet bagi masyarakat yang terdampak bencana. Akses internet tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan warga, termasuk pencarian informasi kesehatan, komunikasi dengan tenaga medis, layanan telemedicine, serta akses pendidikan dan layanan publik lainnya. Kehadiran infrastruktur digital ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di pengungsian sementara.
Selain penguatan infrastruktur digital, program ini memberikan edukasi pemanfaatan internet untuk kesehatan. Materi yang disampaikan mencakup edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar), tata cara swamedikasi yang aman, serta pemanfaatan layanan telemedicine.
Edukasi ini menjadi penting mengingat keterbatasan akses layanan kesehatan di masa pascabencana sering mendorong masyarakat melakukan penanganan mandiri. Dengan literasi digital yang tepat, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan kesehatan yang lebih aman dan tepat.
Perhatian khusus dalam kegiatan ini diberikan pada kesehatan ibu dan anak serta penguatan peran kader Posyandu. Kader kesehatan diharapkan dapat menjadi penggerak layanan promotif dan preventif di tingkat komunitas, sekaligus memanfaatkan akses digital untuk mendukung koordinasi dan edukasi kesehatan di Huntara.
Pemdampingan Berkelanjutan
Adapun, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 60 anggota masyarakat dan kader Posyandu Huntara Desa Lubuk Sidup, yang menunjukkan besarnya kebutuhan warga terhadap akses informasi kesehatan, layanan digital, serta pendampingan pascabencana yang berkelanjutan.
Program pendampingan ini dipimpin oleh Ilma Nugrahani bersama Tomi Hendrayana dan Defri Rizaldi dari Tim Pengabdian Masyarakat DPMK ITB. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi lintas institusi bersama Balmon Komdigi Medan dan Aceh, Puskesmas Kecamatan Sekerak melalui dr. Irwan, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara melalui dr. Anggi Anggraeni, serta Pemerintah Desa Lubuk Sidup di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ibrahim.
Kolaborasi ITB dan Kemkomdigi menegaskan bahwa pemulihan pascabencana perlu mengintegrasikan konektivitas digital, literasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Keberadaan Starlink di Huntara diharapkan tidak hanya mendukung layanan kesehatan, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi pendidikan, komunikasi, dan aktivitas sosial-ekonomi warga.
Melalui kolaborasi ini, program diharapkan menjadi model pemulihan pascabencana yang tidak hanya memulihkan kondisi awal, tetapi juga memperkuat ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat di masa depan.