Petugas BPBD Lakukan Pencarian Korban Hilang Akibat Banjir di Samosir

: Bencana banjir melanda Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada Senin (13/11/2023)/Foto: Dok. BNPB.


Oleh Jhon Rico, Kamis, 16 November 2023 | 18:17 WIB - Redaktur: Untung S - 66


Jakarta, InfoPublik - Satu warga dilaporkan hilang dan hingga saat ini masih dalam pencarian atas bencana banjir yang melanda Kabupaten Samosir, Sumatera Utara yang terjadi pada Senin (13/11/2023). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan banjir menyebabkan lima rumah rusak berat, empat jembatan rusak dan jaringan irigasi serta air bersih juga rusak. Selain itu, tiga gedung fasilitas pendidikan, dua gedung pusat kesehatan, dua unit gereja dan 266 hektar lahan pertanian juga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir, Sarimpol Simanihuruk mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan pencarian warga yang dilaporkan hilang akibat banjir.

"Masih dalam tahap pencarian, kami bersama tim gabungan tadi pagi (15/11/2023) sudah mengerahkan alat berat dalam proses pencarian dimulai dari sekitar tempat tinggal korban," kata Sarimpol melalui keterangan resmi yang diterima InfoPublik, Kamis (16/11/2023).

Sarimpol menambahkan, banjir juga sempat meluas yang sebelumnya berdampak pada empat kecamatan hingga kini mencapai lima kecamatan.

Adapun kecamatan terdampak yakni Kecamatan Harian, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kecamatan Palipi, Kecamatan Nainggolan dan Kecamatan Simarionggo.

Kaji cepat sementara, jelas dia, sedikitnya 620 jiwa mengungsi akibat kejadian itu.

Merespon hal itu, tim gabungan juga telah mendirikan tenda pengungsi. Titik pengungsian berada di Gereja Katolik ST Bonaventure di Desa Pintu Batu, Kecamatan Pangururan.

Distribusi logistik dan obat-obatan sebagai kebutuhan dasar juga telah disalurkan guna penanganan darurat.

Material yang terbawa saat banjir seperti kayu, batu dan lumpur menjadi kendala tersendiri dalam proses penanganan darurat.

Selain itu, cakupan luas wilayah terdampak juga menutup sejumlah badan jalan hingga menggangu akses perjalanan dan fasilitas umum.

Merujuk prakiraan cuaca BMKG hingga Kamis (17/11/2023), Kabupaten Samosir masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Menyikapi hal ini, BNPB menghimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

Untuk sementara, warga dapat mengurangi aktivitas disekitar aliran sungai.

Apabila diperlukan, warga dapat melakukan evakuasi secara mandiri apabila sudah melihat tanda-tanda kenaikan debit air setelah hujan deras mengguyur dengan durasi yang lama.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KOTA PADANG
  • Rabu, 15 Mei 2024 | 23:24 WIB
Operasi TMC Percepat Penanganan Darurat Bencana Alam di Sumbar
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Rabu, 15 Mei 2024 | 09:53 WIB
PUPR Kerahkan Alat Berat Tangani Banjir Lahar Dingin di Sumbar
  • Oleh MC KAB BLORA
  • Kamis, 28 Maret 2024 | 07:20 WIB
Pemkab Blora Bersama Perhutani Kerja Sama Penanggulangan Bencana
  • Oleh MC KAB DEMAK
  • Jumat, 22 Maret 2024 | 06:43 WIB
Tiga Prioritas Pemkab Demak untuk Penanganan dan Pemulihan Pascabanjir
  • Oleh MC KOTA PADANG
  • Minggu, 10 Maret 2024 | 11:24 WIB
Kepala BNPB akan Tinjau Lokasi Terdampak Bencana Alam di Sumbar
  • Oleh MC KAB BALANGAN
  • Jumat, 24 November 2023 | 08:37 WIB
Desa Pimping Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana untuk Linmas
  • Oleh Jhon Rico
  • Senin, 20 November 2023 | 20:45 WIB
Warga Mulai Kembali ke Rumah Pascabanjir di Samosir
  • Oleh Jhon Rico
  • Sabtu, 4 November 2023 | 07:15 WIB
Tim Gabungan Berupaya Padamkan Karhutla di Kaki Gunung Rinjani