Proses Regional World Water Forum ke-10, Empat Kawasan Dunia Sepakat Perkuat Manajemen Pengurangan Risiko Bencana

: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) menyampaikan keterangan pers seusai Pertemuan Tingkat Menteri World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/5/2024). Media Center World Water Forum 2024/Wahdi Septiawan/nym.


Oleh Tri Antoro, Jumat, 24 Mei 2024 | 11:13 WIB - Redaktur: Untung S - 155


Badung, InfoPublik - Pada akhir sesi Proses Regional World Water Forum ke-10, Kamis (23/5/2024), koordinator dari empat kawasan, yakni Asia-Pasifik, Afrika, Amerika, dan Mediterania mengidentifikasi adanya kesamaan tantangan di wilayah masing-masing dalam mengatasi semakin parahnya krisis air sebagai dampak  perubahan iklim.

Para koordinator juga mengidentifikasi langkah prioritas terkait dengan krisis air pada tingkat lokal dan regional, berdasarkan pemahaman tentang aspek-aspek prioritas air yang umum dan konteks kewilayahan.

Karena itu, koordinator keempat wilayah tersebut menyepakati perlunya perkuatan manajemen pengurangan risiko bencana (disaster risk reduction). Manajemen ini penting agar perubahan iklim khususnya yang terkait krisis air tidak semakin berdampak luas sehingga menimbulkan kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan yang parah.

Dalam sesi tersebut, Koordinator Kawasan Asia Pasifik, Chair of Governing Council Asia-Pacific Water Forum (APWF) Changhua Wu mengatakan manusia sangat rentan mengalami kerugian ekonomi sebagai dampak perubahan iklim. 

Untuk itu Changhua Wu mendorong pembangunan yang inklusif yang berbasis kesetaraan gender terkait pelestarian lingkungan, termasuk keterlibatan masyarakat dalam peningkatan tata kelola dan katalis keuangan serta mendorong inovasi dan kemajuan teknologi.

"Pembangunan ketahanan penduduk dan kapasitas adaptif dalam menangani bencana merupakan hal yang mendasar bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan ini," kata  Changhua Wu.

Selain menyoroti dampak perubahan iklim yang perlu segera diatasi bersama, para koordinator dari empat kawasan di atas juga mencatat pentingnya peringatan regulasi yang memberi masyarakat hak atas air sebagai upaya mencegah konflik air. Inovasi, teknologi, keterlibatan kaum muda serta masyarakat, dan solusi penggunaan air juga menjadi daftar identifikasi selanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, koordinator dari kawasan Afrika dan Amerika menyatakan sejumlah hal. Menurut mereka, upaya pengurangan risiko bencana memerlukan investasi dalam infrastruktur air yang berkelanjutan dan multiguna serta komitmen terhadap konservasi pemulihan ekosistem infrastruktur alam. Mereka juga mengemukakan pentingnya menutup kesenjangan ekonomi dimasyarakat hingga memperkuat institusi yang ada dengan kerangka peraturan, serta mekanisme koordinasi pada semua tingkatan untuk mengurangi risiko krisis air.

Hal di atas juga menjadi perhatian Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon saat membuka proses regional pada Selasa (21/5/2024) lalu. Ia menegaskan sesi proses regional sangat penting dan akan menjadi tonggak yang signifikan dari keseluruhan pembahasan tentang air dalam minggu ini. 



 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 11:12 WIB
Menteri PUPR Dorong Kolaborasi Transformatif untuk Ketahanan Air Global
  • Oleh Mukhammad Maulana Fajri
  • Senin, 27 Mei 2024 | 12:22 WIB
BRIN Dukung Riset dan Inovasi Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
  • Oleh Isma
  • Minggu, 26 Mei 2024 | 22:13 WIB
World Water Forum Hadirkan Inovasi Terbaru Pengelolaan Air