Praktik Baik Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Ancaman Banjir Rob di Medan

:


Oleh DT Waluyo, Rabu, 2 November 2022 | 08:15 WIB - Redaktur: Untung S - 6K


Jakarta, InfoPublik – Sekali dayung, dua pulau terlewati. Begitu kata pepatah.

Sekali kerja, dua misi tercapai. Itulah pula yang hendak dicapai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022.

Untuk itu, Kementerian PUPR terus melanjutkan program penanganan kawasan kumuh secara terpadu yang dilaksanakan secara bertahap pada 514 kabupaten/kota hingga 2024. 

Pada 2022, demikian keterangan tertulis yang diterima www.infopublik.id,   Selasa (1/10/2022), penanganan kemiskinan ekstrem dilakukan di 212 kabupaten/kota yang tersebar di 25 provinsi.

Salah satu program tersebut digelar di Provinsi Sumatra Utara. Kota Medan adalah salah satu kota yang akan ditangani kawasan kumuhnya oleh Kementerian PUPR yaitu di Kecamatan Medan Belawan.

“Setelah melakukan survei, Kementerian PUPR akan menata Kawasan Belawan karena kondisi lingkungan permukimannya kurang layak serta lokasinya yang diapit oleh muara Sungai Belawan dan Deli sehingga rawan banjir rob,” kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR Rachman Arief Dienaputra.

Kementerian PUPR melalui BPIW telah menyusun masterplan penataan Kawasan Belawan yang terintegrasi dengan mensinergikan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan dan penyediaan infrastruktur dasar (air bersih, sanitasi, drainase, jalan) oleh Ditjen Cipta Karya. Pada pelaksanaannya, Ditjen Sumber Daya Air dan Ditjen Bina Marga juga akan dilibatkan untuk penanganan bencana, akses jalan utama, irigasi-air baku, dan sebagainya.

“Masterplan itu berfokus pada lima isu strategis yaitu penanganan kemiskinan ekstrem, ancaman banjir rob, kawasan perumahan yang terdampak proyek penanganan banjir rob, area hutan bakau, dan Kelurahan Belawan Bahari sebagai lokus proritas karena merupakan area yang paling kumuh dan terdampak banjir rob paling parah,” tambah Rachman.

Rachman mengatakan rencananya penanganan tersebut akan terbagi menjadi 4 zona. Zona A di Kelurahan Belawan I (area Fasilitas Strategis Nasional), Zona B di Kelurahan Belawan I dan Belawan II (area perumahan), Zona C di Kelurahan Belawan Bahari (area perumahan, hutan bakau, zona konservasi, dan hutan kota), dan Zona D di Kelurahan Bagan Deli (area perumahan).

Penanganan Kawasan Belawan akan dilakukan bertahap hingga 2029. Pada tahap 1 tahun 2022-2024 akan dilakukan penanganan banjir Belawan, pembangunan pintu air K3 dan rumah pompa, sosialisasi penanganan banjir rob, penanganan kemiskinan ekstrem Belawan Behari, serta penanganan hutan kota dan RLTH.

“Sedangkan penanganan tahap 2 pada 2025-2029 akan dilakukan penataan sempadan kanal Pertamina dan penanganan kawasan permukiman,” tutup Rachman. (*)

Ilustrasi, Kawasan kemiskinan ekstrem di Kota Medan (Dok. Kementerian PUPR)