Jakarta, InfoPublik – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat sektor perikanan nasional. Hingga saat ini, sebanyak 100 Kampung Nelayan Merah Putih telah beroperasi di 30 provinsi, sementara 1.000 kampung lainnya sedang dalam proses pembangunan yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung kehidupan masyarakat nelayan. Sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto, Negara Bantu Nelayan, pembangunan KNMP diarahkan untuk menghadirkan fasilitas perikanan yang lebih memadai sehingga nelayan dapat bekerja lebih produktif dan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil tangkapannya.
Bagi nelayan yang selama ini melaut dengan fasilitas seadanya, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih membawa harapan baru. Tidak hanya menyediakan tempat berlabuh yang layak, program ini juga menghadirkan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), sarana pengolahan, serta fasilitas pemasaran ikan.
Ketersediaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas dan nilai jual hasil tangkapan, mengurangi potensi kerugian akibat ikan yang cepat rusak, sekaligus memperkuat rantai usaha perikanan dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan nelayan saat melaut, tetapi juga keluarga dan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas ekonomi pesisir.
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, lewat KNMP pemerintah ingin nelayan tidak hanya memperoleh fasilitas yang memadai, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan skala usaha dan kesejahteraannya. "Kita sedang berpikir bagaimana merealisasikan supaya para nelayan ini betul-betul nanti naik kelas. Nelayan kita perbaiki, mereka melaut, kita akan dukung semua kepentingan kebutuhannya secara bertahap," katanya saat meninjau pembangunan KNMP d Jember, Jawa Timur, akhir Oktober lalu.
Data yang diterima infopublik.id pada Jumat (6/11/2026) menyebutkan bahwa pembangunan KNMP dilaksanakan secara luas dengan menjangkau berbagai wilayah kepulauan Indonesia. Di kawasan Sumatera, misalnya, sejumlah lokasi telah beroperasi, antara lain di Lampung sebanyak delapan kampung, Aceh empat kampung, Sumatera Utara empat kampung, Kepulauan Riau empat kampung, serta Bengkulu tiga kampung.
Sementara itu, di Pulau Jawa, pembangunan dan pengoperasian KNMP juga terus diperluas. Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing telah memiliki lima kampung yang beroperasi, disusul Jawa Timur sebanyak empat kampung, Banten satu kampung, dan DI Yogyakarta satu kampung. Adapun satu lokasi lainnya di DKI Jakarta masih dalam tahap pembangunan.
Perluasan program juga terlihat di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur masing-masing telah mengoperasikan enam Kampung Nelayan Merah Putih. Selain itu, Bali telah memiliki satu kampung yang beroperasi. Pembangunan di kawasan tersebut masih berlanjut dengan 43 lokasi di Nusa Tenggara Barat, 61 lokasi di Nusa Tenggara Timur, dan empat lokasi di Bali.
Di Kalimantan, dua kampung telah beroperasi di Kalimantan Barat, satu di Kalimantan Tengah, dan satu di Kalimantan Utara. Sementara pembangunan masih berlangsung di Kalimantan Barat sebanyak 23 lokasi, Kalimantan Tengah 19 lokasi, Kalimantan Selatan 15 lokasi, Kalimantan Timur 13 lokasi, serta Kalimantan Utara empat lokasi.
Adapun di Sulawesi, Sulawesi Selatan menjadi wilayah dengan jumlah pembangunan terbesar, yakni 71 lokasi, disusul Sulawesi Tenggara sebanyak 50 lokasi, Gorontalo 46 lokasi, Sulawesi Utara 41 lokasi, Sulawesi Tengah 27 lokasi, dan Sulawesi Barat 18 lokasi. Dari wilayah tersebut, sejumlah kampung telah beroperasi, antara lain delapan kampung di Sulawesi Selatan, enam di Sulawesi Tenggara, lima di Sulawesi Tengah, serta masing-masing empat di Gorontalo dan Sulawesi Barat.
Pembangunan juga menjangkau kawasan Maluku dan Papua. Di Maluku, sebanyak dua kampung telah beroperasi dengan 58 lokasi lainnya dalam pembangunan. Sementara Maluku Utara telah mengoperasikan lima kampung dan sedang membangun 45 lokasi.
Di kawasan Papua, pembangunan mencakup 111 lokasi di Provinsi Papua dan lima lokasi di Papua Barat. Sementara itu, dua kampung telah beroperasi di Papua Selatan dan satu kampung di Papua Barat Daya.
Sebaran pembangunan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas akses masyarakat pesisir terhadap infrastruktur perikanan yang lebih baik, termasuk di wilayah timur Indonesia dan kawasan kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan sarana pendukung.
Melalui pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang berjalan, pemerintah menargetkan semakin banyak masyarakat pesisir memperoleh akses terhadap fasilitas produksi, pengolahan, penyimpanan, dan pemasaran hasil perikanan yang lebih memadai.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, KNMP diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di kawasan pesisir. Kehadirannya dapat membuka peluang usaha, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, serta meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan.
Dengan semakin banyaknya kampung nelayan yang beroperasi, pemerintah berupaya memastikan bahwa hasil kerja keras nelayan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi keluarga mereka. Pada akhirnya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat pesisir yang lebih sejahtera sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi maritim Indonesia.