Halmahera Tengah, InfoPublik – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara (Malut), telah menjangkau 4.447 siswa dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Capaian tersebut menjadi perhatian Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Halmahera Tengah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Salobar, Kecamatan Weda Selatan, Rabu (4/11/2026).
Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG sesuai standar pelayanan, mulai dari pemilihan bahan pangan, pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan kepada siswa penerima manfaat.
Dalam kunjungan tersebut, Ikram meninjau langsung proses penyediaan makanan serta berdiskusi dengan petugas gizi, pengelola dan karyawan SPPG, guru, siswa, serta orang tua murid.
Ikram mengatakan program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
Menurutnya, sebagian besar bahan pangan yang digunakan dalam penyediaan menu MBG berasal dari produk lokal, antara lain ikan, daging sapi, daging ayam, sayuran, serta buah-buahan seperti semangka dan jeruk.
Sementara itu, kebutuhan telur dan beras masih dipasok dari luar daerah.
“Program ini memberikan manfaat ganda. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, MBG juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan lokal,” ujar Ikram.
Ia menegaskan bahwa kualitas dan keamanan makanan harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG.
Setiap SPPG diminta memastikan seluruh proses penyediaan makanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk menjaga kebersihan fasilitas dan higienitas pengolahan pangan.
Berdasarkan hasil peninjauan, Ikram menyatakan sarana dan prasarana SPPG Desa Salobar berada dalam kondisi baik dan bersih, serta aspek kebersihannya terkontrol.
Selain memastikan kualitas pelayanan, Ikram meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah melakukan pemantauan tumbuh kembang siswa penerima MBG secara berkala.
Pemantauan tersebut meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, serta perkembangan fisik anak untuk menilai manfaat program terhadap kondisi kesehatan siswa.
Dalam rangkaian sidak, Ikram juga meninjau pelaksanaan MBG di sejumlah sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Selain itu, ia berdiskusi dengan peserta Musyawarah Desa yang diselenggarakan Pemerintah Desa Salobar untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan memperkuat koordinasi pembangunan antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.
Melalui pengawasan pelaksanaan MBG dan pemanfaatan produk pangan lokal, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berupaya memastikan program tersebut memberikan manfaat bagi kesehatan siswa sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.