Jakarta, InfoPublik – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat kolaborasi program pemberdayaan masyarakat dan pencegahan narkoba hingga tingkat desa.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk memperluas kesempatan kerja serta Desa Bersih Narkoba (Bersinar) guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah pedesaan.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyatakan, Kemendes PDT siap mendukung program Poliran karena sejalan dengan 12 Program Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Sejumlah program pemberdayaan ekonomi desa dinilai berpotensi menyerap tenaga kerja dan mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Kami miliki program Desa Ekspor yang bisa menyerap banyak tenaga kerja dan juga punya program Desa Wisata yang membutuhkan banyak tenaga kerja,” kata Yandri seusai bertemu Kepala Polri (Kapolri), Jenderal Suyudi Ario Seto, di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jumat (30/10/2026).
Selain Desa Ekspor dan Desa Wisata, Kemendes PDT juga mengembangkan desa tematik, seperti Desa Ayam Petelur dan Desa Ikan Nila. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sekaligus menjadi pemasok bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Yandri meyakini, penyelarasan program pemberdayaan ekonomi desa dengan Poliran dapat memperluas penyerapan tenaga kerja di perdesaan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas penguatan program Desa Bersinar untuk mencegah peredaran narkoba dan minuman keras di lingkungan desa. Yandri menilai, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras serta berbagai tindak kejahatan dapat mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat.
“Jumlah desa 75.026 itu insyaallah akan menjadi fokus kami bagaimana narkoba itu tidak menyasar warga di desa. Jadi kami siap untuk melaksanakan kolaborasi ini dengan program Desa Bersinar,” ujarnya.
Untuk memperluas pelaksanaan program, Yandri mengajak 10 asosiasi desa turut mendukung sosialisasi dan upaya pencegahan narkoba hingga ke masyarakat.
Sementara itu, Kapolri, Jenderal Suyudi Ario Seto, mengatakan, kerja sama dengan Kemendes PDT diperlukan untuk memperkuat edukasi dan literasi masyarakat, termasuk anak-anak, agar memahami bahaya narkoba sejak dini.
“Kami dengan Kementerian Desa ingin bekerja sama lebih erat lagi bagaimana kita memberikan edukasi literasi ini pada masyarakat kita, anak-anak kita dari tingkat bawah hingga menengah,” kata Suyudi.
Menurut Suyudi, peredaran narkoba kini tidak hanya menjadi persoalan masyarakat perkotaan, tetapi juga telah menjangkau wilayah pedesaan. Penyalahgunaan narkoba dan minuman keras berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain Desa Bersinar, Polri juga mengembangkan Poliran untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan, termasuk mereka yang telah menjalani rehabilitasi tetapi belum memperoleh pekerjaan.
Melalui program tersebut, Polri akan membantu proses perekrutan, pelatihan, hingga penyaluran tenaga kerja ke perusahaan yang membutuhkan.
“Harapannya bagaimana masyarakat kita yang pengangguran, termasuk yang berkebutuhan karena pascarehabilitasi belum mendapat pekerjaan, ini bisa dipekerjakan sehingga bisa produktif, sehingga angka kriminalitas bisa menurun, situasi kamtibmas bisa kondusif,” jelas Suyudi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Inspektur Jenderal Masyhudi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Tabrani, Kepala Badan Pengembangan Informasi Mulyadin Malik, serta Staf Khusus Fahad Attamimi.