Jakarta, InfoPublik – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 73 juta masyarakat hingga 31 Juli 2026. Capaian tersebut melampaui jumlah pemeriksaan sepanjang 2025 yang mencapai 70 juta orang dan menjadi indikator meningkatnya jangkauan layanan skrining kesehatan nasional.
"Jadi CKG kita sampai 31 Juli sudah menjangkau 73 juta orang yang kita periksa. Ini sudah lebih tinggi daripada capaian tahun lalu setahun penuh, yaitu 70 juta," kata Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi dalam jumpa pers evaluasi, capaian, dan langkah strategis Program CKG di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Maria mengatakan pemerintah menargetkan Program CKG dapat menjangkau 130 juta penduduk atau sekitar 46 persen populasi Indonesia hingga akhir 2026. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Kesehatan terus memperluas pelaksanaan pemeriksaan kesehatan melalui puskesmas, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), serta satuan pendidikan.
Selain peningkatan jumlah peserta, Kementerian Kesehatan juga mengapresiasi daerah yang berhasil memperluas cakupan CKG. Berdasarkan persentase penduduk yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan, Gorontalo menjadi provinsi dengan capaian tertinggi, yakni 48,8 persen. Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Banten, dan Lampung.
Pada tingkat kabupaten dan kota, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mencatat cakupan tertinggi dengan sekitar 82 persen penduduk telah mengikuti CKG. Empat daerah lain yang masuk lima besar ialah Kota Mojokerto, Kota Metro, Kabupaten Mesuji, dan Kabupaten Pringsewu.
Peningkatan di Seluruh Kelompok Usia
Menurut Maria, peningkatan cakupan CKG terjadi di hampir seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia. Hal tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan program skrining kesehatan yang dijalankan pemerintah.
Lonjakan paling besar terjadi pada kelompok usia sekolah. Jika pada periode Januari–Juli tahun lalu pemeriksaan baru menjangkau sekitar 33 ribu siswa karena program dimulai bersamaan dengan tahun ajaran baru, hingga akhir Juli 2026 jumlah peserta telah meningkat menjadi 14,6 juta siswa. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring perluasan pelaksanaan CKG di sekolah mulai pekan kedua Agustus.
Peningkatan juga terjadi pada kelompok usia dewasa. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 43 juta orang dewasa telah menjalani pemeriksaan kesehatan, naik hampir empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 12 juta orang.
Sementara itu, jumlah peserta dari kelompok lanjut usia meningkat dari 2,4 juta menjadi 9,7 juta orang. Pada kelompok bayi baru lahir, peserta bertambah dari 1,2 juta menjadi 1,5 juta bayi.
Adapun pemeriksaan bagi balita dan anak usia prasekolah meningkat dari 1 juta menjadi 4,5 juta anak. Meski demikian, kelompok usia tersebut masih menjadi perhatian pemerintah karena tingkat partisipasinya relatif paling rendah dibandingkan kelompok usia lainnya. "Kami masih harus mengejar kelompok usia ini. Karena itu kami akan memperkuat kerja sama dengan PAUD agar cakupan pemeriksaan kesehatan anak dapat terus meningkat," ujar Maria.
Pada kesempatan itu, Kementerian Kesehatan juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan di puskesmas dan FKTP yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program CKG di seluruh Indonesia. "Terima kasih kepada teman-teman di puskesmas dan FKTP yang telah melaksanakan CKG dengan sangat baik," kata Maria.