Kota Gorontalo, InfoPublik - Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim menegaskan sejak tahun 2025, 2026 sampai dengan 2027, APBD Provinsi Gorontalo mengalami penurunan setiap tahunnya.
Total anggaran yang terinput dalam postur APBD 2026 itu sebesar Rp1,549 triliun, turun jauh dari posisi 2024.
Sofian mengingatkan agar ketika mengusulkan program kegiatan, pilih betul-betul yang prioritas dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
“Seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan diharapkan mampu bekerja secara kolaboratif, efektif, dan berkelanjutan dalam menjalankan program prioritas Pemerintah Provinsi Gorontalo,” kata Sofian Ibrahim pada penginputan penyesuaian pagu SKPD dalam RKA-SKPD tahap rancangan APBD 2027, Rabu (4/11/2026).
Sofian juga meminta agar perangkat daerah mampu menganalisa apakah program kegiatan yang disusun sudah betul-betul prioritas.
“Jangan ganggu belanja wajib mengikat, itu belanja rutin dan prioritas utama sehingga harus dihitung secara teliti karena jangan berharap TAPD menambah lagi anggaran jika terdapat perangkat daerah yang kekurangan,” tegas Sofian.
Pentingnya penguatan koordinasi antarinstansi, peningkatan kualitas layanan publik, serta pengelolaan sumber daya secara tepat guna juga merupakan langkah-langkah yang dinilai menjadi kunci untuk memastikan setiap kebijakan dan program daerah benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan Selasa dan Rabu oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Gorontalo ini juga diharapkan menjadi ruang bagi perangkat daerah untuk saling bertukar informasi, memperkuat komitmen, dan menyusun langkah kerja yang lebih terarah.
Sofian Ibrahim berharap seluruh perangkat daerah dapat memahami kondisi daerah yang fiskalnya terus turun, sehingga lebih efektif, efisien lagi dalam mengalokasikan program kegiatan dengan catatan prioritas yang diutamakan, target yang perlu diperhatikan, sehingga pilihan-pilihan program kegiatan dan alokasi pagu terdistribusi dengan baik. (mcgorontaloprov/septian)