SLEMAN, InfoPublik - Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kapanewon Depok menggelar agenda pembinaan dan rapat koordinasi kesejahteraan rakyat di Gedung Sasana Anglocitatama, Selasa (3/11/2026).
Perhelatan ini dieksekusi guna menyelaraskan kinerja pendampingan bagi kelompok warga yang membutuhkan intervensi perlindungan sosial dari pemerintah.
Agenda lintas sektor tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Tenaga Kesejahteraan Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan, dan aparatur pemerintahan Kapanewon Depok.
“Anggota PSM diharapkan senantiasa meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial dalam mendampingi masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun pelayanan sosial,” tegas Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok, FX Suhyadi.
Ketua PSM Kapanewon Depok, Tri Suhartati, memandang perlunya langkah edukasi yang masif mengingat masih tingginya ketidakpahaman publik mengenai skema bantuan pemerintah.
"Sosialisasi mengenai perlindungan sosial ini penting, mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami berbagai program dan layanan perlindungan sosial," tutur Suhartati.
Salah satu isu krusial yang menjadi sorotan utama dalam forum tersebut adalah tingginya angka penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di wilayah setempat.
Dinamika kebijakan dan prosedur pemulihan status kepesertaan tersebut harus segera disosialisasikan agar masyarakat prasejahtera tidak kehilangan hak layanan kesehatan dasar.
Kerja sama berkelanjutan ini diharapkan sanggup mengoptimalkan fungsi PSM sebagai jembatan penghubung informasi antara birokrasi negara dan warga desa.
Konsolidasi relawan kemanusiaan dipastikan akan terus bergulir demi mewujudkan ekosistem jaminan kesejahteraan sosial yang lebih tepat sasaran. (MC Kab. Sleman/KIM Depok/Tri Suhartati)