Bungku, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, memperkuat tata kelola Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) melalui sosialisasi pengelolaan dana 2026 yang menyasar 153 sekolah dasar (SD) dan 39 sekolah menengah pertama (SMP).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Morowali tersebut dibuka Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas di Aula Kantor Bupati Morowali, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (3/11/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Morowali Arifin Lakane mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pengelola dana BOSP mengenai kebijakan dan tata cara pengelolaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
"Peserta kegiatan adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, bendahara dana BOSP dengan sasaran sekolah penerima dana BOSP tahun 2026 yaitu 153 SD dan 39 SMP," ujarnya.
Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan di daerah.
Menurut Iriane, pengelolaan dana BOSP merupakan tanggung jawab moral dan hukum. Karena itu, setiap anggaran pendidikan harus dikelola secara tepat agar memberikan manfaat bagi peserta didik dan kemajuan satuan pendidikan.
"Saya berharap seluruh kepala sekolah, bendahara, dan pihak yang terlibat dapat memahami secara menyeluruh ketentuan, mekanisme, serta tata cara pengelolaan dana BOSP 2026," kata Iriane.
Ia juga menekankan lima hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan dana BOSP. Pertama, pengelolaan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Kedua, perencanaan anggaran harus tepat sasaran berdasarkan kebutuhan prioritas sekolah dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
Ketiga, pengelola harus tertib dalam administrasi dan pelaporan. Keempat, menghindari segala bentuk penyimpangan dalam penggunaan dana pendidikan. Kelima, meningkatkan koordinasi dan konsultasi dengan dinas terkait.
Iriane menegaskan, Pemerintah Kabupaten Morowali terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penguatan tata kelola penyelenggaraan pendidikan.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri Inspektur Inspektorat Morowali Ashar M. Ma’ruf, perwakilan Kejaksaan Negeri Morowali dan Polres Morowali, jajaran Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, serta bendahara BOSP se-Kabupaten Morowali.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Morowali berharap pengelolaan dana BOSP semakin tertib dan transparan sehingga pemanfaatannya dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.