Padang, Infopublik – Penyelenggaraan acara berskala nasional hingga internasional dinilai dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah karena mendatangkan pengunjung, meningkatkan transaksi usaha, dan membuka peluang bagi pelaku ekonomi lokal. Pemerintah daerah di Sumatra Barat didorong memperbanyak kegiatan yang mampu menarik pengunjung dari luar daerah maupun mancanegara.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pertumbuhan Perekonomian Sumatra Barat yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatra Barat di Auditorium Gubernuran, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut dihadiri para kepala daerah se-Sumatra Barat untuk membahas strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Bima mencontohkan Minang Geopark Run 2026 di Bukittinggi sebagai salah satu kegiatan yang dinilai berhasil menarik banyak peserta dan memberikan dampak ekonomi bagi kawasan sekitarnya. Menurutnya, daerah lain dapat mengembangkan kegiatan serupa dengan memanfaatkan potensi wisata, budaya, olahraga, dan kekhasan lokal.
Ia juga menyoroti keterlibatan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pemetaan dan survei kegiatan tersebut. Data menjadi penting untuk mengukur dampak penyelenggaraan acara terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga pemerintah daerah dapat mengevaluasi manfaatnya dan menyusun kegiatan berikutnya secara lebih terarah.
Penyelenggaraan acara, dengan demikian, tidak cukup hanya mengandalkan jumlah pengunjung. Pemerintah daerah perlu memastikan manfaatnya menjangkau pelaku usaha lokal, mulai dari penginapan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga usaha kreatif.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, strategi pengembangan ekonomi melalui kegiatan wisata sejalan dengan upaya Pemko Padang menjadikan kota tersebut sebagai destinasi wisata. Sejak 2025, Pemko Padang telah menggelar berbagai kegiatan, termasuk BOM Run, untuk menarik partisipasi masyarakat dan pengunjung.
Ke depan, Padang akan terus mendorong kegiatan berskala nasional dengan memanfaatkan potensi wisata kota dan jejaring diaspora Minangkabau. Kedua potensi tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di daerah.
Namun, dampak kegiatan wisata perlu diperkuat dengan pembenahan fasilitas dan pusat perdagangan. Salah satu upaya yang disoroti Maigus ialah revitalisasi Pasar Raya Padang agar menjadi kawasan perdagangan yang lebih nyaman, tertata, dan menarik bagi pengunjung.
Penataan pasar juga diarahkan untuk memperkuat daya saing pedagang lokal. Dengan lingkungan yang lebih baik dan pelayanan yang semakin berkualitas, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas pasar dan meningkatkan kemampuan bersaing, termasuk di tingkat nasional.
Selain pengembangan pariwisata dan perdagangan, rapat koordinasi tersebut membahas tantangan bonus demografi. Indonesia diperkirakan masih memiliki proporsi penduduk usia produktif yang besar menuju 2045, sedangkan periode bonus demografi Sumatra Barat disebut akan berakhir lebih awal, yakni pada 2033.
Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah menyiapkan peluang kerja, kewirausahaan, dan ruang produktif bagi generasi muda. Maigus menegaskan pentingnya melibatkan kaum milenial sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat program pemerintah.
Salah satu upaya yang didorong Pemko Padang ialah pengembangan urban farming berbasis generasi muda dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk di lingkungan rumah tangga. Program ini berpotensi menjadi ruang inovasi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, dan membuka peluang usaha apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Pelibatan generasi muda juga perlu menyesuaikan perkembangan teknologi dan kreativitas mereka. Dengan dukungan pendampingan, akses pasar, serta penguatan keterampilan, kegiatan produktif berbasis lingkungan dapat dikembangkan menjadi usaha yang memberikan nilai tambah.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Barat Arry Yuswandi, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta sejumlah kepala daerah.
Pembahasan ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah membutuhkan strategi yang saling terhubung. Event wisata dapat mendatangkan pengunjung, revitalisasi pasar memperkuat perdagangan, sementara pemberdayaan generasi muda membuka sumber produktivitas baru. Tantangan berikutnya ialah memastikan setiap program menghasilkan dampak ekonomi yang terukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
(Charlie)
~ 📤 by Ju