Sumbar, InfoPublik – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) menyediakan 1.342 formasi lowongan kerja dari 43 perusahaan melalui Job Fair Online Sumatera Barat 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 4–10 November 2026 melalui platform SIAPKerja tersebut diharapkan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sesuai kebutuhan dan kompetensi masing-masing.
Pada hari pembukaan, Rabu (4/11/2026), tercatat 2.568 pencari kerja telah mendaftar. Jumlah lowongan yang tersedia juga masih berpotensi bertambah selama pelaksanaan job fair.
Job fair tersebut dibuka Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur Sumbar. Melalui laman siapkerja.kemnaker.go.id, pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan dan mengikuti tahapan rekrutmen secara daring tanpa harus datang langsung ke perusahaan.
Mahyeldi menyambut baik pelaksanaan job fair secara daring karena dinilai memudahkan pencari kerja maupun perusahaan. Sistem ini menjadi alternatif dari job fair secara langsung yang kerap dipadati pencari kerja sehingga tidak seluruh peserta dapat terlayani secara optimal.
“Ini merupakan inovasi yang sangat baik dari Kementerian Ketenagakerjaan. Sebelumnya, ketika job fair dilaksanakan secara langsung, pencari kerja ramai datang dan tidak semuanya bisa terlayani. Dengan sistem online ini, perusahaan bisa melayani pencari kerja dengan lebih baik, dan masyarakat juga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi untuk datang ke lokasi,” ujar Mahyeldi.
Ia berharap pelaksanaan job fair dapat membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran di Sumatra Barat. Mahyeldi juga meminta perusahaan peserta menyediakan kesempatan kerja yang beragam sesuai kebutuhan masyarakat agar tenaga kerja dapat terserap berdasarkan kompetensinya.
“Kita berharap melalui job fair ini angka pengangguran di Sumatera Barat bisa berkurang. Tentu ini bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Perlu dukungan dari kementerian, perusahaan, dan seluruh pihak. Kita juga berharap perusahaan dapat menyediakan kesempatan kerja yang beragam sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga sumber daya manusia yang kita miliki bisa terserap sesuai kompetensinya,” kata Mahyeldi.
Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Nurhidayat, menjelaskan bahwa kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan masih menjadi persoalan di pasar kerja. Dalam proses wawancara langsung, misalnya, hanya sedikit pelamar yang diterima karena banyak di antaranya belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Sementara itu, sejumlah lulusan telah mencari pekerjaan ke berbagai tempat, tetapi belum berhasil mendapatkannya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menyediakan KarirHub sebagai salah satu layanan dalam ekosistem digital SIAPKerja. Melalui layanan ini, pencari kerja dapat memperoleh informasi lowongan, sedangkan perusahaan dapat menemukan kandidat sesuai kualifikasi yang dibutuhkan. Dengan demikian, proses pencocokan kompetensi pencari kerja dan kebutuhan perusahaan diharapkan lebih tepat.
“Melalui KarirHub ini, kita ingin mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Kita ingin mereka bertemu dalam satu wadah, dalam belanga bernama Career Hub,” ungkap Nurhidayat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumbar, Firdaus Firman, mengatakan job fair tersebut bertujuan menyediakan informasi pasar kerja sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja. Kegiatan ini diharapkan mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengurangi pengangguran.
Pembukaan kegiatan juga dilanjutkan dengan talkshow bertema “Siap Kerja, Sukses Berkarir dan Terlindungi”. Pencari kerja diharapkan memanfaatkan informasi lowongan yang tersedia dan mengikuti proses seleksi sesuai kualifikasi masing-masing. (adp/hm/Diskominfotik Sumbar)