Siak InfoPublik - Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak untuk meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Sungai Mandau melalui penambahan pembangunan jalan sepanjang 3,5 kilometer pada 2026 dengan dukungan anggaran APBN.
Hal tersebut disampaikan Afni saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XV Tingkat Kecamatan Sungai Mandau 2026 di Lapangan Bola Voli Kolam Tujuh, Kampung Olak, Kecamatan Sungai Mandau, Senin (26/10/2026).
"Kami berkomitmen terus menambah perbaikan ruas jalan di Sungai Mandau ini, melalui anggaran APBN. Jika sebelumnya alokasi pembangunan jalan hanya sepanjang satu kilometer, pada tahun 2026 ditambah 3,5 kilometer," kata Afni.
Menurut dia, perbaikan jalan menjadi kebutuhan penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi hasil bumi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Akses jalan merupakan urat nadi masyarakat, jalan yang bagus akan di ikuti pertumbuhan ekonomi di Sungai Mandau. Karena masyarakat dengan mudah mengeluarkan hasil buminya," tegas Afni.
Selain menyampaikan komitmen pembangunan, Afni mengingatkan agar MTQ tidak hanya berorientasi pada kemeriahan atau persaingan antarpeserta, tetapi menjadi sarana memuliakan Al-Qur’an serta mengapresiasi peran santri dan guru mengaji dalam membina generasi Qur’ani.
“Laksanakan MTQ dengan sederhana, tetapi memiliki tujuan yang jelas, yaitu memuliakan Al-Qur’an, para santri, dan guru-guru mengaji yang selama ini telah mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Camat Sungai Mandau Yaumil Azwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama panitia, yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-XV tingkat kecamatan tersebut.
MTQ ke-XV Tingkat Kecamatan Sungai Mandau yang berlangsung pada 25–27 Oktober 2026 itu diikuti 103 peserta, terdiri atas 47 laki-laki dan 56 perempuan, yang berkompetisi dalam lima cabang perlombaan.
Melalui penyelenggaraan MTQ ini, Pemerintah Kabupaten Siak berharap lahir peserta berprestasi sekaligus generasi yang mencintai Al-Qur’an, memahami kandungannya, dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan kehidupan keagamaan dan pembinaan masyarakat yang berkarakter.
(Eko/MC Siak)