Fatayat NU Gresik Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Desa
puncak hari santri
puncak hari santri
Gresik, Infopublik – Kader perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat perlindungan sosial, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan membangun kemandirian desa. Peran tersebut terus didorong Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Gresik melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan perangkat daerah.
Komitmen itu mengemuka dalam puncak rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar PC Fatayat NU Gresik di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Sabtu (24/10/2026). Mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan kader, pemberdayaan desa, dan perluasan kontribusi organisasi bagi masyarakat.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kiprah Fatayat NU yang dinilainya konsisten berkontribusi dalam pelayanan masyarakat. Ia menekankan bahwa pengabdian kader organisasi Nahdlatul Ulama harus dilandasi niat tulus dan semangat membantu sesama.
“Di momen peringatan Hari Santri ini, mudah-mudahan kita semua selalu diberi kesehatan dan terus berkhidmat. Semoga niat kita menjadi kader NU, baik Fatayat, Ansor, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan lainnya, senantiasa tulus dan ikhlas dalam membantu sesama,” ujar Bupati Yani.
Menurutnya, dukungan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam membuka kesempatan bagi kader Fatayat NU untuk mengembangkan kegiatan hingga tingkat ranting. Ruang kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat kemandirian organisasi sekaligus memperluas manfaat program bagi warga.
“Di tengah kesibukan dan keterbatasan anggaran desa, pemerintah desa tetap memberikan ruang yang luar biasa bagi kemandirian Fatayat NU hingga tingkat ranting. Ini bukan hal yang mudah. Ketika Fatayat di desa diberi ruang, kesempatan berkarya, dan bisa bersinergi dengan pemerintah desa, menurut saya ini luar biasa,” katanya.
Salah satu kontribusi yang mendapat apresiasi pemerintah daerah adalah keterlibatan kader Fatayat NU dalam mendukung perlindungan sosial di Kabupaten Gresik. Bupati Yani menyampaikan terima kasih kepada PC Fatayat NU, pimpinan anak cabang (PAC), dan seluruh kader yang terlibat sebagai relawan.
“Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada PC Fatayat NU Gresik, PAC se-Kabupaten Gresik, dan seluruh keluarga besar Fatayat atas gerak cepatnya dalam mendukung perlindungan sosial. Hari ini, hampir rata-rata kader Fatayat telah menjadi relawan perlindungan sosial. Ini merupakan bentuk pengabdian sukarela yang tidak digaji,” tuturnya.
Selain memperkuat layanan sosial, kader Fatayat NU juga didorong berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk sektor pertanian. Dalam kegiatan tersebut, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian diserahkan kepada Fatayat NU Gresik untuk mendukung kegiatan pertanian.
Bantuan tersebut selanjutnya dikelola Desa Mojopuro, Kecamatan Balongpanggang. Bupati Yani berpesan agar sarana pertanian itu dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat. “Bantuan alsintan ini merupakan keputusan yang telah diambil melalui Menteri Pertanian. Tolong dijaga dan dirawat, semoga bisa memberikan manfaat,” ujarnya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH. Mulyadi menegaskan bahwa kemandirian merupakan salah satu prinsip penting dalam Nahdlatul Ulama. Menurutnya, prinsip tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan berorganisasi maupun dalam kontribusi kepada masyarakat. “Di NU ini ada beberapa prinsip. Prinsip pertama adalah kemandirian,” kata Mulyadi.
Ia menjelaskan, kemandirian dalam NU mencakup empat aspek, yaitu kemandirian akidah, jamaah, ekonomi, dan kebangsaan. Keempat aspek tersebut menjadi landasan untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menjaga kontribusinya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Semangat itu juga tercermin melalui pemberian penghargaan Desa Sahabat PC Fatayat NU Gresik. Program ini menjadi bentuk apresiasi bagi desa yang mendukung penguatan kader dan kelembagaan Fatayat NU di tingkat ranting.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah pilar, meliputi kaderisasi, penguatan kelembagaan, advokasi, data dan informasi, serta kajian dan digitalisasi pengetahuan dari desa-desa.
Enam pimpinan ranting meraih penghargaan dalam ajang tersebut. Pimpinan Ranting Banyutengah menjadi juara pertama, disusul Pimpinan Ranting Bungah sebagai juara kedua dan Pimpinan Ranting Tanggulangin sebagai juara ketiga.
Adapun Pimpinan Ranting Lowayu meraih harapan pertama, Pimpinan Ranting Cerme Kidul memperoleh harapan kedua, dan Pimpinan Ranting Peganden meraih harapan ketiga.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan deklarasi Ruang Bersama Indonesia oleh PC Fatayat NU Gresik bersama Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik.
Kolaborasi lintas sektor juga diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas sinergi organisasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung pemberdayaan perempuan, pengembangan kapasitas kader, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Fatayat NU Gresik diharapkan semakin memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. Perpaduan pengabdian sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kemitraan dengan pemerintah desa menjadi langkah penting untuk menjaga tradisi sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.