Infografis dan Baca Puisi Antarkan Tiga Siswa Sumenep Berprestasi di INKADHA FEST
Sumenep, InfoPublik – Tiga pelajar Taufiqur Rahman Gapura, Kabupaten Sumenep, meraih prestasi dalam INKADHA FEST 2026 yang diselenggarakan Institut Kariman Wirayudha (INKADHA). Mereka menunjukkan kemampuan berbeda, mulai dari mengolah informasi secara visual hingga literasi dan seni membaca puisi. Prestasi tersebut diraih melalui dua cabang kompetisi. Moh. Robbani Ilzam Mubarok, siswa kelas X SMA Taufiqur Rahman Gapura, meraih Juara 1 Lomba Infografis.
Sementara itu, dua siswa MTs Taufiqur Rahman Gapura meraih penghargaan dalam cabang baca puisi. Siti Khairun Nisak, siswi kelas IX, meraih Juara 3, sedangkan Diana Holida, siswi kelas VIII, memperoleh Juara Harapan 1.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan potensi peserta didik tidak hanya berlangsung melalui bidang akademik. Kreativitas visual, kemampuan mengolah informasi, literasi, dan seni juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun kepercayaan diri.
Prestasi Robbani menjadi salah satu capaian menonjol dalam ajang tersebut. Lomba infografis tidak sekadar menilai kemampuan membuat tampilan visual, tetapi juga menuntut peserta mengolah gagasan dan informasi agar dapat disampaikan secara ringkas, menarik, serta mudah dipahami. Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan di tengah lingkungan informasi yang menuntut kecakapan memilih, menyusun, dan menyampaikan pesan secara efektif.
Kepala SMA Taufiqur Rahman Hendri mengapresiasi capaian Robbani. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses belajar, keberanian mengikuti kompetisi, dan kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan.
“Juara 1 ini merupakan hasil dari proses, keberanian untuk berkompetisi, serta kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi Robbani dan siswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” kata Hendri, Kamis (8/10/2026).
Ia mengatakan sekolah akan terus memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, sehingga capaian siswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik.
Prestasi juga diraih dua siswa MTs Taufiqur Rahman Gapura melalui lomba baca puisi. Siti Khairun Nisak meraih Juara 3, sedangkan Diana Holida meraih Juara Harapan 1.
Baca puisi membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan memahami teks. Peserta harus mampu menghayati isi karya, mengatur artikulasi dan intonasi, membangun ekspresi, serta tampil percaya diri di hadapan penonton dan juri.
Kepala MTs Taufiqur Rahman Herman mengatakan capaian kedua siswanya menjadi pengalaman penting dalam proses pembelajaran. “Keberhasilan mereka bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil dan membawa nama baik madrasah dalam sebuah kompetisi,” ujar Herman.
Menurut dia, pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bekal bagi siswa untuk berani mencoba dan mengembangkan kemampuan sesuai minat masing-masing. “Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda, dan tugas lembaga pendidikan memberikan ruang agar potensi tersebut dapat berkembang,” imbuhnya.
Keikutsertaan siswa Taufiqur Rahman dalam INKADHA FEST 2026 tidak hanya berorientasi pada perolehan penghargaan. Kompetisi menjadi bagian dari pengalaman belajar yang mempertemukan siswa dengan tantangan di luar kegiatan pembelajaran rutin.
Dalam prosesnya, siswa belajar mempersiapkan diri, mengelola tekanan, menyampaikan gagasan, menerima penilaian, serta menghargai proses dan hasil. Tiga penghargaan yang diraih juga memperlihatkan keberagaman jalur pengembangan potensi peserta didik. Robbani mengasah kemampuan visual dan penyajian informasi melalui infografis, sementara Siti dan Diana mengembangkan literasi serta ekspresi seni melalui baca puisi.
Bagi Taufiqur Rahman Gapura, capaian tersebut menjadi dorongan untuk memperluas ruang bagi siswa agar berani berkarya dan mengikuti berbagai kompetisi. Prestasi yang diraih bukan hanya tercermin dari gelar juara, tetapi juga dari proses latihan, kreativitas, keberanian tampil, serta kemampuan siswa menunjukkan potensi terbaiknya. Dengan pengalaman tersebut, lingkungan pendidikan dapat terus membangun budaya berprestasi yang tidak semata mengejar kemenangan, tetapi juga membentuk peserta didik yang percaya diri, kreatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan.
(Roni/Farhan/Fer)