Sumbar, InfoPublik- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), mendorong penguatan program kesehatan keluarga dan lingkungan hingga tingkat nagari sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Sumatra Barat, Harneli Mahyeldi. saat membuka Lokakarya Pokja IV di Aula Kantor Gubernur Sumatra Barat, Selasa (6/10/2026). Kegiatan mengusung tema "Penguatan Kesehatan Keluarga dan Lingkungan Menuju Indonesia Emas 2045".
Harneli mengatakan, keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat. Karena itu, kader PKK perlu terus memperkuat kapasitas dan mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan keluarga dan lingkungan.
"Betapa tingginya tanggung jawab kita semua untuk kesehatan keluarga dan masyarakat untuk Indonesia Emas 2045. Kita hadir di sini punya tanggung jawab mengedukasi ilmu kita kepada kawan-kawan di daerah," ungkap Harneli.
Menurutnya, kedekatan kader PKK dengan keluarga dan masyarakat menjadi kekuatan yang harus dimanfaatkan melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya meningkatkan kesehatan keluarga tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
"PKK hadir sangat dekat dengan keluarga dan masyarakat. Saya ingin mengajak Pokja IV untuk bekerja sama dengan seluruh masyarakat, karena keberhasilan tidak hanya bisa dilakukan oleh satu orang, tapi harus kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Ermawati, mengatakan, lokakarya tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada pengurus dan kader PKK sekaligus mendorong penerapan program keluarga sehat secara menyeluruh.
"Penguatan kesehatan keluarga dan lingkungan menuju Indonesia sehat 2045 membutuhkan masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesempatan, serta memahami program keluarga sehat dan menjaga lingkungan yang bersih dan sehat," ujarnya.
Ia menilai, perempuan, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga. Karena itu, program yang dirumuskan melalui lokakarya diharapkan tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi dapat diterapkan hingga nagari.
"Supaya ibu bisa menggerakkan keluarga untuk merencanakan dan menjalankan hidup sehat. Kita menyusun program keluarga sehat hingga nagari nantinya. Hasil lokakarya tidak hanya untuk kita, tapi program-programnya akan diselenggarakan hingga tingkat nagari," pungkasnya.
Lokakarya tersebut diisi dengan sejumlah materi strategis dari Dinas Kesehatan, BKKBN, dan Dinas Lingkungan Hidup. Peserta juga mendapatkan pemaparan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Unggulan Pokja IV Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan dan perumusan kesepakatan bersama sebagai dasar pelaksanaan program kesehatan keluarga dan lingkungan hingga tingkat nagari.
(adp/hm/Diskominfotik Sumbar)