SIMBAK KADES Bawa Sukorejo Tembus 10 Nominasi SISKAMLING Jaga Jawa Timur 2026
Istimewa
Istimewa
Bojonegoro, InfoPublik – Kabupaten Bojonegoro meraih nilai sementara tertinggi pada tahap administrasi Penilaian Sistem Keamanan Lingkungan (PIN SISKAMLING) Jaga Jawa Timur 2026 dengan skor 48,5. Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, yang menjadi perwakilan daerah tersebut kini masuk dalam 10 nominasi terbaik dan menjalani penilaian lapangan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam monitoring dan evaluasi lapangan adalah aplikasi Sistem Informasi Membangun Keamanan dan Ketertiban Desa (SIMBAK KADES) yang dikembangkan Desa Sukorejo.
Tim penilai memantau penerapan aplikasi tersebut saat melakukan penilaian lapangan di Balai Desa Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Senin (5/10/2026).
Ketua Tim Penilai PIN SISKAMLING Jaga Jawa Timur 2026, Muhammad Subkhan Khasaugi, mengatakan penilaian tidak hanya melihat kesiapan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), tetapi juga kolaborasi berbagai unsur dalam membangun sistem keamanan lingkungan.
“Penilaian Siskamling ini tidak hanya melihat dari sisi Linmas, tapi bagaimana kolaborasi Linmas dengan unsur-unsur yang mendukung,” jelasnya.
Subkhan menyampaikan Bojonegoro memperoleh skor 48,5 pada tahap administrasi. Tahapan tersebut memiliki bobot 50 persen dari keseluruhan penilaian, sedangkan 50 persen lainnya ditentukan melalui peninjauan lapangan.
Dalam penilaian lapangan, tim melihat sejumlah aspek, antara lain administrasi, sarana dan prasarana, kesiapan Linmas, serta partisipasi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, Linmas, dan masyarakat turut menjadi perhatian tim penilai.
Sementara itu, Kepala Desa Sukorejo, Meyke Lelyanasari, menjelaskan SIMBAK KADES dikembangkan untuk mempercepat pelaporan dan penanganan berbagai kejadian di lingkungan desa.
“Di dalamnya ada fitur pelaporan cepat kejadian. Ketika ada kejadian langsung di-upload di sistem tersebut sehingga kami bisa langsung merespons cepat,” jelas Meyke.
SIMBAK KADES dapat diakses oleh kepala desa, operator desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas Linmas, hingga ketua RT dan RW. Akses pada tingkat RT dan RW juga dapat dibagikan kepada keluarga di lingkungan masing-masing agar informasi mengenai suatu kejadian dapat diterima lebih cepat.
Selain fitur pelaporan kejadian, aplikasi tersebut digunakan untuk mencatat kegiatan ronda malam Linmas melalui sistem absensi. SIMBAK KADES juga memuat laporan kegiatan desa, gangguan keamanan, bencana, hingga berita duka.
Untuk mendukung respons dalam kondisi darurat, aplikasi menyediakan informasi nomor layanan kepolisian, pemadam kebakaran, dan rumah sakit. Laporan dari lingkungan selanjutnya dapat diteruskan kepada pihak terkait untuk mendapatkan tindak lanjut.
Menurut Meyke, pemanfaatan SIMBAK KADES merupakan bagian dari upaya Desa Sukorejo memadukan sistem keamanan lingkungan dengan teknologi tanpa menghilangkan peran Linmas dan partisipasi masyarakat.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan Desa Sukorejo memiliki karakter wilayah yang kompleks karena terdapat berbagai fasilitas pelayanan publik dan pusat aktivitas masyarakat.
“Desa Sukorejo ini sebenarnya ada miniaturnya Indonesia. Di sini lengkap, dari kesehatan punya rumah sakit, ekonomi punya pasar, perhubungan punya stasiun, kemudian fasilitas pendidikan juga lengkap,” ujarnya.
Menurut Nurul, keberadaan berbagai fasilitas dan tingginya aktivitas masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Karena itu, diperlukan sinergi antara Linmas, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat.
Nurul juga mengapresiasi semangat anggota Linmas Desa Sukorejo yang tetap aktif menjalankan tugas menjaga keamanan lingkungan.
“Walaupun di sini ada yang sepuh, semangatnya lebih semangat 45. Tidak ada yang semangatnya kendur. Ini semangatnya kencang. Ini menunjukkan betapa hebatnya sinergi kita,” katanya.
[zul/nn]