BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Riau, Hotspot Melonjak Jadi 61 Titik
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau pada Minggu (4/10/2026).
Peringatan dini tersebut berlaku untuk sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kota Dumai. Potensi cuaca ekstrem dapat terjadi pada pagi, siang, serta sore hingga malam hari.
Pada saat bersamaan, jumlah titik panas atau hotspot di Riau melonjak menjadi 61 titik berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB. Sehari sebelumnya, hotspot di Riau tercatat 11 titik.
Forecaster on Duty BMKG, Elisa JS Kedang, mengatakan hujan ringan hingga sedang telah terjadi sejak pagi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, dan Pelalawan berdasarkan pantauan citra radar cuaca.
Memasuki siang hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar, Siak, Kepulauan Meranti, dan Bengkalis. Kondisi udara pada periode tersebut juga berpotensi kabur akibat asap hingga cerah berawan.
"Potensi hujan kembali meluas pada sore hingga malam hari. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir dan Kota Dumai," kata Elisa di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (4/10/2026).
Pada dini hari, kondisi udara diprakirakan kabur hingga cerah berawan.
BMKG mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena hujan di sejumlah wilayah berpotensi meningkat menjadi sedang hingga lebat serta disertai petir dan angin kencang.
"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Kota Dumai," imbaunya.
Secara umum, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan 50–98 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Sementara tinggi gelombang di perairan Riau diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau berada dalam kategori rendah.
"Sementara itu, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masih dalam kategori rendah," imbuh Elisa.
Di sisi lain, pemantauan hotspot menunjukkan 61 titik terdeteksi di Riau. Sebanyak 51 titik atau sekitar 84 persen di antaranya berada di Kabupaten Indragiri Hilir.
Delapan hotspot lainnya terdeteksi di Kabupaten Pelalawan dan dua titik di Kabupaten Kuantan Singingi.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya yang mencatat 11 hotspot di Riau. Meski demikian, hotspot merupakan indikator titik panas berdasarkan pemantauan satelit dan tidak serta-merta menunjukkan kejadian maupun luas kebakaran.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat 2.471 hotspot di wilayah Sumatra. Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 1.820 titik, disusul Bangka Belitung 408 titik, Lampung 126 titik, Riau 61 titik, Jambi 46 titik, Sumatra Utara empat titik, Kepulauan Riau empat titik, dan Bengkulu dua titik.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca serta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama di wilayah yang masuk dalam peringatan dini cuaca ekstrem.
© Copyright 2026, All Rights Reserved