Sidoarjo, InfoPublik — Pembangunan Gedung Hemodialisis (HD) Lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, mengalami keterlambatan 13 persen dari target progres pekerjaan sebesar 35 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo meminta pekerjaan dipercepat agar dapat selesai pada akhir Desember 2026.
Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek tersebut pada Rabu (30/9/2026) untuk memeriksa progres sekaligus kualitas pekerjaan.
Dalam peninjauan, Mimik mengecek sejumlah material konstruksi, mulai dari besi, beton, hingga bahan pendukung lainnya.
Ia meminta material yang tidak memenuhi kualitas maupun spesifikasi tidak digunakan dan segera diganti.
“Karena ini menggunakan anggaran APBD, di mana anggaran APBD ini adalah dari dan untuk masyarakat, jadi kalau membangun harus kualitasnya benar-benar sesuai spesifikasi. Tidak boleh asal-asalan,” tegasnya.
Mimik juga meminta pengawas proyek memastikan seluruh material konstruksi memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan persyaratan teknis yang telah ditetapkan.
“Pengawas harus mengawasi yang benar. Kalau tidak sesuai spesifikasi, bilang dan tolak! Kita pastikan material seperti besi sudah SNI, mutu beton uji tarik dan tekannya terpenuhi, dan pengerjaan dilakukan maksimal,” ujarnya.
Selain kualitas pekerjaan, Mimik menyoroti keterlambatan progres pembangunan. Berdasarkan keterangan yang diterimanya, keterlambatan antara lain dipengaruhi proses pengadaan material pendukung seperti angkur dan scaffolding yang baru tersedia.
Pihak pelaksana menyatakan material utama telah tersedia. Untuk mengejar target, pekerjaan akan dipercepat dengan menambah tenaga kerja dan jam lembur.
“Saya cek secara langsung mulai dari materialnya, sudah SNI semuanya. Sudah sesuai spesifikasi semuanya, cuman ada keterlambatan. Keterlambatan 13% dari target 35% pekerjaan yang harus diselesaikan, tapi insya Allah akhir Desember 2026 ini sudah selesai semua dan akan dikejar dengan penambahan pekerja, penambahan jam lembur, serta ketersediaan material,” ungkapnya.
Mimik turut memeriksa sejumlah bagian bangunan, termasuk area yang direncanakan menghubungkan gedung lama dengan lantai dua melalui skybridge.
Ia juga memberikan masukan mengenai penataan lingkungan di sekitar gedung, antara lain pedestrian, ruang terbuka, masjid, serta pemilihan tanaman agar tidak mengganggu bangunan dan fasilitas di sekitarnya.
Mimik meminta percepatan pekerjaan tetap memperhatikan mutu konstruksi agar Gedung Hemodialisis Lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat dapat selesai sesuai target tanpa mengurangi kualitas yang telah ditetapkan.
(Mar)