SLEMAN, InfoPublik – Di tengah masifnya dinamika tantangan pendidikan, fungsi kepala sekolah kini telah jauh bergeser melampaui sekadar urusan administratif.
Pemimpin instansi pendidikan dituntut untuk bertransformasi menjadi komunikator andal yang mampu merekatkan kepercayaan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat luas.
Paradigma kepemimpinan humanis inilah yang digaungkan oleh Guru Besar Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Prof. Dody Hartanto, saat memberikan pencerahan dalam Pelatihan Kepala Sekolah di SMA Global Darussalam Akademi (GDA) Pakembinangun, Sleman, Selasa (29/9/2026).
Di hadapan para kepala sekolah jenjang SMP dan SMA se-Kabupaten Sleman, Dody menyoroti realitas bahwa durasi interaksi anak sejatinya lebih banyak dihabiskan di luar gerbang sekolah.
Oleh karena itu, beban pendidikan moral dan akademik tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada institusi formal.
"Sekolah tidak mungkin bekerja sendirian. Pendidikan hanya akan berhasil apabila keluarga, sekolah, dan masyarakat berjalan bersama," tegas Dody, mendorong pelibatan aktif pihak eksternal seperti psikolog, tenaga medis, hingga aparat keamanan.
Meminjam filosofi kepemimpinan Stephen R. Covey, Dody memaparkan, kepercayaan adalah fondasi mutlak yang hanya bisa diraih melalui integritas, kompetensi, dan objektivitas saat menghadapi krisis.
Dalam situasi krusial, komunikasi dari pucuk pimpinan harus tersampaikan secara cepat, empatik, dan murni berbasis fakta. "Kepala sekolah harus menjadi teladan. Kepercayaan lahir dari keteladanan," ucapnya mengingatkan audiens.
Melalui sinergi dan pola komunikasi yang empatik tersebut, kepala sekolah diyakini mampu merancang iklim pendidikan yang sehat dan membahagiakan.
Dody menutup pelatihannya dengan sebuah refleksi mendalam mengenai rantai kesejahteraan mental di lingkungan akademik.
"Guru yang bahagia akan melahirkan siswa yang bahagia. Guru yang bahagia biasanya lahir dari kepemimpinan kepala sekolah yang mampu membangun kepercayaan dan komunikasi yang baik," tuturnya memungkasi acara. (MC Kabupaten Sleman / Arief Hartanto / KIM Kertomandiri Turi)