Harga TBS Riau Kembali Terkoreksi, Dinas Perkebunan Ungkap Penyebabnya
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani mitra swadaya di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan untuk periode 30 September hingga 6 Oktober 2026. Harga TBS umur sembilan tahun turun Rp18,19 atau 0,47 persen menjadi Rp3.866,97 per kilogram (kg).
Penetapan tersebut merupakan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS Dinas Perkebunan Provinsi Riau, pada Selasa (29/9/2026).
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, mengatakan koreksi harga TBS pada periode ini terutama dipengaruhi penurunan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
“Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO,” ujar Defris di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Dalam penetapan pekan ini, harga penjualan CPO turun Rp143,63 per kg dibandingkan periode sebelumnya. Sebaliknya, harga kernel mengalami kenaikan Rp215,95 per kg.
Tim menggunakan indeks K sebesar 93,30 persen dengan harga cangkang Rp24,65 per kg. Harga CPO yang menjadi dasar penetapan tercatat Rp15.552,66 per kg, sedangkan kernel sebesar Rp14.271 per kg dengan Biaya Operasional Tidak Langsung (BOTL) 0,61 persen.
Sementara itu, rata-rata harga CPO Kantor Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat Rp15.583,67 per kg dan kernel KPBN sebesar Rp13.639 per kg.
Untuk perusahaan yang tidak melakukan penjualan, penetapan harga mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16. Dalam kondisi tersebut, harga CPO dan kernel menggunakan harga rata-rata tim. Apabila terkena validasi dua, harga yang digunakan adalah rata-rata KPBN.
Berdasarkan data penjualan lokal, PT Indomakmur Sawit Berjaya mencatat harga CPO Rp15.700 per kg dan kernel Rp13.775 per kg. PT Serikat Putra Lubuk Raja Pelalawan mencatat harga CPO Rp15.586,16 per kg, sedangkan PT Indriplant Napal Inhu sebesar Rp15.573 per kg.
PT Salim Ivomas Pratama Sungai Dua dan Balam masing-masing mencatat harga CPO Rp15.733 per kg. Sementara PT Salim Ivomas Pratama Kayangan mencatat Rp15.738 per kg dengan harga kernel Rp15.515 per kg, atau turun Rp223 dari pekan sebelumnya.
Adapun PT Inecda mencatat harga CPO Rp15.588 per kg, turun Rp183 dari periode sebelumnya. Harga kernel perusahaan tersebut juga turun Rp158, dari Rp14.429 menjadi Rp14.271 per kg.
Defris mengatakan Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga TBS terus memperbaiki tata kelola penetapan harga agar sesuai regulasi dan memberikan kepastian bagi pihak yang bermitra.
“Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra,” jelasnya.
Menurut Defris, perbaikan tata kelola tersebut turut didukung Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau dengan tujuan memperkuat mekanisme penetapan harga dan mendorong peningkatan pendapatan petani.
Adapun harga TBS mitra swadaya Riau periode 30 September hingga 6 Oktober 2026 ditetapkan sebagai berikut: umur tiga tahun Rp2.994,10 per kg, empat tahun Rp3.339,35, lima tahun Rp3.583,73, enam tahun Rp3.721,83, tujuh tahun Rp3.805,76, delapan tahun Rp3.851,83, sembilan tahun Rp3.866,97, dan umur 10-20 tahun Rp3.826,84 per kg.
Selanjutnya, harga TBS umur 21 tahun ditetapkan Rp3.762,52 per kg, 22 tahun Rp3.688,40, 23 tahun Rp3.604,12, 24 tahun Rp3.540,28, 25 tahun Rp3.487,92, 26 tahun Rp3.469,06, 27 tahun Rp3.439,92, 28 tahun Rp3.384,66, 29 tahun Rp3.344,04, dan 30 tahun Rp3.251,17 per kg.
Penetapan harga tersebut mengacu pada Permentan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra serta Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025 tentang Pedoman Umum Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra.
Harga TBS mitra swadaya untuk tanaman umur tiga hingga 30 tahun tersebut berlaku selama satu pekan, mulai Rabu (30/9/2026) hingga Selasa (6/10/2026).