SLEMAN, InfoPublik – Pemerintah Kapanewon Ngaglik bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi intensif Program Jaminan Kesehatan Nasional di Aula Kapanewon Ngaglik, Senin (28/9/2026).
Forum ini dihadiri oleh jajaran Puskesmas Ngaglik 1 dan 2, para lurah, pamong kalurahan, dukuh, hingga kader kesehatan.
Agenda ini difokuskan untuk mendorong optimalisasi kuantitas kepesertaan sekaligus merawat tingkat keaktifan warga, demi memuluskan jalan Kabupaten Sleman meraih predikat Universal Health Coverage Utama pada 2027 dengan target cakupan mencapai 99 persen.
Perwakilan Dinas Kesehatan Sleman, Aris Munandar, menegaskan akselerasi JKN ini berpijak pada Instruksi Bupati Sleman Nomor 040/INSTR/2026.
Ia menekankan, keberhasilan jaminan kesehatan tidak boleh hanya diukur dari angka kuantitas kepesertaan di atas kertas, melainkan harus dipastikan keaktifannya secara riil di lapangan.
Aris merinci, skema jaminan bagi Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja yang ditanggung oleh anggaran pemerintah daerah diprioritaskan bagi warga miskin dan rentan, pemegang Surat Keterangan Tidak Mampu, serta apresiasi khusus bagi para kader kesehatan.
Menanggapi langkah proaktif tersebut, Panewu Ngaglik, Edi Wibawa, menyambut penuh antusias dan berkomitmen mengawal sosialisasi hingga ke tingkat padukuhan.
Warga juga diimbau untuk melek teknologi dengan memanfaatkan aplikasi digital Mobile JKN serta mematuhi prosedur berobat berjenjang dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.
Melalui kolaborasi berjenjang ini, seluruh warga Ngaglik diharapkan memiliki kepastian akses perlindungan kesehatan yang merata dan bermutu tinggi. (MC Kab. Sleman / KIM Donoharjo / Endarwati)