Fatayat NU Sumenep Perluas Pengabdian Kader Perempuan hingga Tingkat Desa
Sumenep, InfoPublik – Sebanyak 28 kepengurusan baru Fatayat NU di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, resmi dikukuhkan untuk memperkuat peran kader perempuan di tingkat masyarakat. Kepengurusan tersebut terdiri atas 13 Pimpinan Ranting (PR) dan 15 Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat NU masa khidmat 2026–2029.
Pelantikan yang dipimpin Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep Dina Kamilia itu berlangsung di halaman LPI Nurul Ihsan, Kecamatan Pragaan, Jumat (25/9/2026). Kegiatan dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan diikuti ratusan kader Fatayat NU se-Kecamatan Pragaan.
Ketua PAC Fatayat NU Pragaan Fifi Sofiati Afifiyah mengatakan kepengurusan baru perlu memandang amanah organisasi sebagai kesempatan untuk memperluas manfaat bagi masyarakat. Aktivitas organisasi dapat menjadi ruang bagi kader perempuan untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mengembangkan kontribusi di lingkungan masing-masing.
“Jangan anggap jabatan di Fatayat NU sebagai beban, ini adalah ladang bagi kita untuk menambah amal kebaikan dan pahala,” ujar Fifi.
Ia juga mengajak kader menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menerjemahkannya melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua PC Fatayat NU Sumenep Dina Kamilia mengatakan keterlibatan perempuan dalam organisasi merupakan salah satu pilihan untuk memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Fatayat NU memberi kesempatan kepada perempuan untuk berkontribusi di luar lingkungan keluarga melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. “Menjadi Fatayat adalah pilihan luar biasa. Dengan aktif di Fatayat, seorang perempuan bisa mengabdikan diri tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga kepada masyarakat,” kata Dina.
Dengan terbentuknya kepengurusan di 13 ranting dan 15 anak ranting, jaringan Fatayat NU di Pragaan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat. Penguatan organisasi di tingkat akar rumput juga membuka ruang bagi kader untuk merespons kebutuhan sosial dan keagamaan di lingkungan masing-masing.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Rais dan Ketua MWCNU Pragaan, pimpinan badan otonom NU, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Pragaan.
Kehadiran kepengurusan baru di tingkat ranting dan anak ranting menjadi bagian dari proses kaderisasi sekaligus penguatan organisasi perempuan NU agar kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Bagi Fatayat NU Pragaan, penguatan struktur hingga tingkat ranting dan anak ranting tidak sekadar memperluas organisasi, tetapi juga memperbesar ruang bagi kader perempuan untuk mengubah nilai-nilai keagamaan menjadi kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
(KIM-Pragaan/Ismi/Fer)
© Copyright 2026, All Rights Reserved