SLEMAN, InfoPublik – Pembinaan kapasitas pengasuhan balita yang dipusatkan di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden ini diikuti secara antusias oleh perwakilan dari tiga kelompok, yakni BKB Mawar Modinan, BKB Cempaka Somodaran, dan BKB Wijayakusuma Kavaleri.
Agenda ini secara khusus merangkul peran strategis Kamituwa, aparatur desa yang berinteraksi langsung dengan akar rumput, untuk mentransfer pengetahuan seputar tata cara pengasuhan dan kesehatan anak usia 0–5 tahun.
Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi, menegaskan, keluarga merupakan fondasi dan lingkungan pertama yang membentuk kualitas generasi penerus. Oleh karena itu, para orang tua dituntut untuk memahami secara mendalam setiap tahapan tumbuh kembang anak, mulai dari pemenuhan asupan gizi seimbang, kebersihan sanitasi, hingga pentingnya stimulasi sensorik maupun motorik.
Agus menambahkan, forum BKB ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang sosialisasi satu arah, melainkan sebagai ruang interaksi komunikatif agar sesama orang tua dapat bertukar pengalaman terkait praktik pola asuh yang paling efektif.
Pemahaman senada turut disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri. Ia menyoroti, penanganan stunting tidak bisa semata-mata dibebankan kepada fasilitas layanan kesehatan medis.
Kunci utamanya justru tertanam pada literasi dan penguatan kapasitas keluarga itu sendiri. Melalui kerja sama yang erat antara Kamituwa dan kelompok BKB, Pemerintah Kalurahan Banyuraden berharap para orang tua semakin sadar dan berdaya dalam memberikan pengasuhan yang konsisten demi mencetak generasi balita yang sehat, tangkas, dan terbebas dari jerat stunting. (MC Kab. Sleman / KIM Pararta Guna Gamping / Adnan Nurtjahjo)