Bone Bolango, InfoPublik - Dari kawasan yang berada di enklave hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, tersimpan potensi kopi yang memiliki cita rasa dan karakter khas. Kopi Pinogu kini didorong untuk tidak hanya menjadi produk unggulan masyarakat setempat, tetapi juga mampu dikenal hingga pasar internasional.
Potensi tersebut menjadi salah satu perhatian Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur Gorontalo di Kecamatan Pinogu.
Sultan menilai, Kopi Pinogu memiliki keunggulan yang layak untuk terus dikembangkan. Selain memiliki kualitas dan cita rasa yang khas dan berbeda dengan kopi dari daerah lain, kopi yang dibudidayakan masyarakat Pinogu juga dikembangkan secara organik tanpa menggunakan pestisida.
“Kopi Pinogu ini punya karakter dan cita rasa yang khas. Ada sesuatu yang berbeda dari kopi lainnya. Apalagi kopi ini tumbuh dan dikembangkan masyarakat di kawasan Pinogu yang berada di sekitar kawasan hutan Bogani Nani Wartabone,” kata Sultan Kalupe sepulang dari Pinogu, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, proses budidaya secara organik menjadi salah satu nilai tambah yang dapat memperkuat identitas Kopi Pinogu. Hal tersebut perlu dipertahankan sekaligus menjadi bagian dari cerita produk ketika dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas.
“Budidayanya juga dilakukan secara organik, tidak menggunakan pestisida. Ini menjadi keunggulan tersendiri yang harus kita jaga. Jadi bukan hanya soal rasa, tetapi ada cerita tentang alam, proses budidaya dan masyarakat yang berada di Pinogu,” jelasnya.
Sultan mengatakan, potensi tersebut perlu diikuti dengan penguatan kualitas produksi, pengolahan pascapanen, kemasan, branding dan pemasaran. Dengan pengelolaan yang baik, Kopi Pinogu diharapkan mampu memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia juga melihat Kopi Pinogu memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Keberadaan kopi dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata di Pinogu, di mana wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam dan kekayaan kawasan Bogani Nani Wartabone, tetapi juga mengenal produk lokal yang lahir dari wilayah tersebut.
“Kita ingin ketika orang berbicara tentang Pinogu, salah satu yang diingat adalah kopinya. Dari Pinogu, dari kawasan yang memiliki kekayaan alam luar biasa, kita ingin Kopi Pinogu bisa dikenal lebih luas dan suatu saat menembus pasar internasional,” tambah Sultan.
Pengembangan Kopi Pinogu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendorong potensi ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kunjungan kerja Gubernur Gorontalo di Pinogu juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung berbagai potensi daerah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Secangkir Kopi Pinogu bukan sekadar minuman. Di dalamnya terdapat cita rasa khas, proses budidaya organik, potensi ekonomi masyarakat, serta cerita tentang Pinogu yang berada di kawasan kaya biodiversitas Bogani Nani Wartabone sebuah potensi lokal yang diharapkan dapat membawa nama Pinogu hingga ke dunia. (mcgorontaloprov/anna)