Redelong InfoPublik — Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mendukung penguatan tata kelola hutan dan perlindungan keanekaragaman hayati di Aceh melalui Program Pembayaran Berbasis Hasil (Results-Based Payment/RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2.
Dukungan tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan Wakil Bupati Bener Meriah, H. Armia dalam Kick Off Program RBP REDD+ GCF Output 2 Provinsi Aceh secara virtual dari ruang kerjanya, Kamis (24/9/2026).
Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Hutan dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati di Provinsi Aceh”, program tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Aceh dengan Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI).
Program RBP REDD+ GCF Output 2 diarahkan untuk memperkuat tata kelola hutan sekaligus mendukung perlindungan keanekaragaman hayati di Aceh. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pengelolaan hutan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Kegiatan kick off diikuti pemangku kepentingan dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, DPRD, Pemerintah Aceh, UPT Kementerian, pemerintah kabupaten/kota se-Aceh, organisasi masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta dan asosiasi usaha, hingga masyarakat adat serta kelompok masyarakat lokal.
Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi pengelolaan hutan, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di Aceh.
Melalui program tersebut, sinergi pemerintah dan para pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat untuk mendorong tata kelola hutan yang lebih baik, perlindungan lingkungan, serta manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.
Bener Meriah, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Armia, RBP REDD+, Green Climate Fund, GCF, tata kelola hutan, keanekaragaman hayati, perlindungan hutan, lingkungan hidup, hutan Aceh, pengelolaan hutan berkelanjutan, Pemerintah Aceh, PETAI, Aceh