SLEMAN, InfoPublik – Sebanyak 30 orang yang terdiri dari 15 petugas dan 15 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sleman menjalani tes urine dalam operasi razia gabungan, Rabu (23/9/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan ketat di lapangan, seluruh peserta tes dipastikan negatif dari paparan zat narkotika.
Operasi yang dihelat di Lapas Cebongan, Mlati, Sleman ini melibatkan lintas instansi secara masif. Unsur yang terlibat meliputi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman, internal petugas Lapas, Detasemen Gegana Satbrimob Polda DIY, Koramil Mlati, hingga Polsek Mlati.
Selain memeriksa sampel urine, tim gabungan menyisir seluruh kamar hunian warga binaan. Penggeledahan ini difokuskan untuk mendeteksi keberadaan narkotika, perangkat komunikasi ilegal, serta berbagai benda asing berbahaya yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Meski tidak menemukan barang haram narkoba, petugas mengamankan sejumlah benda berisiko tinggi seperti korek api, kabel, paku, potongan besi, dan sekrap.
Kepala Lapas Kelas IIB Sleman, Tri Mulyono, menegaskan, komitmen mewujudkan lingkungan lapas yang steril dari narkoba dan ponsel ilegal mutlak memerlukan kerja sama lintas sektor.
Tri mengapresiasi tinggi keterbukaan dan dukungan BNNK bersama unsur TNI-Polri. Menurutnya, sinergi ini penting guna melindungi warga binaan sekaligus menjaga kredibilitas institusi pemasyarakatan.
Pihaknya juga berkomitmen memfasilitasi rehabilitasi bagi warga binaan yang terindikasi terpapar narkoba.
Sementara itu, Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya, menyambut positif kolaborasi proaktif tersebut sebagai langkah nyata P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) untuk mewujudkan Lapas Bersinar.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, BNNK Sleman turut menyediakan layanan pemulihan adiksi melalui program inovatif SALAK MADU guna menjamin proses rehabilitasi dan konseling yang komprehensif bagi warga binaan. (MC Kab. Sleman / KIM Depok / Wasana)