Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Siak, Risiko Karhutla Menurun
Hujan deras diatas jembatan Siak, Selasa (22/9/2026)/ (MC Siak)
Hujan deras diatas jembatan Siak, Selasa (22/9/2026)/ (MC Siak)
Siak, InfoPublik- Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Siak dalam dua hari terakhir. Kondisi tersebut membantu membasahi lahan gambut dan menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak Novendra Kasmara mengatakan curah hujan juga membantu membasahi kembali lahan gambut yang sebelumnya terbakar sehingga dapat menekan potensi munculnya kembali titik api.
"Alhamdulillah, hari ini dan Senin malam di Siak turun hujan cukup lebat. Ini dapat membantu mengatasi terjadinya karhutla," ujar dia, Selasa (22/9/2026).
Menurut dia, sebagian lokasi karhutla berada di lahan gambut dengan kedalaman antara dua hingga lima meter. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian karena api pada lahan gambut dapat merambat dan membara di bawah permukaan.
Turunnya hujan diharapkan turut meningkatkan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) pada lahan gambut sehingga kondisi gambut menjadi lebih basah dan risiko terjadinya kebakaran dapat ditekan.
"Turunnya hujan dapat membantu membasahi lahan gambut sehingga risiko karhutla menurun. Selain itu, hujan juga dapat membantu memastikan padamnya lahan gambut yang terbakar," kata Novendra.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, hujan mengguyur sejumlah kecamatan di Kabupaten Siak, antara lain Sungai Apit, Minas, Tualang, Sungai Mandau, Dayun, Kandis, dan Mempura.
Novendra berharap hujan yang turun juga dapat membantu mengurangi kabut asap akibat karhutla sehingga aktivitas masyarakat, khususnya pelajar, dapat kembali berjalan seperti biasa.
"Semoga turunnya hujan ini dapat mengurangi kabut asap, sehingga para pelajar dapat kembali beraktivitas seperti biasa," ujar dia.
Hingga Selasa (22/9/2026), Kabupaten Siak tercatat nihil titik panas (hotspot) dan titik api (firespot). Sementara itu, kebakaran lahan yang terjadi di Mengkalan telah padam.
Meski demikian, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Kabupaten Siak tetap melakukan patroli dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
(Dep/Humas Siak)
© Copyright 2026, All Rights Reserved