Gayo Lues Dorong Kreator Muda Garap Potensi Daerah lewat Konten Digital
Pelatihan ekonomi kreatif di Gayo Lues. (Foto: Diskominfo/GL)
Pelatihan ekonomi kreatif di Gayo Lues. (Foto: Diskominfo/GL)
Blangkejeren, Infopublik — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mendorong kreator muda memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Gayo Lues Suhaidi saat membuka AdCamp Skill Up Lab, pelatihan ekonomi kreatif yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues, Senin (21/9/2026).
Pelatihan yang berlangsung pada 21-22 September 2026 itu diharapkan menjadi wadah bagi anak muda Gayo Lues untuk mengembangkan kreativitas yang dapat memberikan manfaat ekonomi, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.
“Mari kita bijak dalam menggunakan teknologi, sehingga itu dapat bermanfaat kepada kita pribadi dan masyarakat Kabupaten Gayo Lues. Mari kita bangkitkan semangat anak-anak muda Gayo Lues untuk membangun ekonomi ke depannya,” ujar Suhaidi.
Menurut Suhaidi, kemampuan membuat dan menyebarkan konten digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk unggulan daerah. Salah satu potensi yang didorong untuk dipromosikan secara lebih luas ialah kopi Gayo.
Ia mengajak para peserta memanfaatkan platform digital untuk mengenalkan produk kopi sekaligus mengembangkan penjualan secara daring.
“Setelah selesai kegiatan ini sudah dapat sertifikat, nanti bisa kita jadwalkan dengan pemerintah daerah untuk berdiskusi bagaimana menjual potensi Gayo Lues,” tambahnya.
Selain produk perkebunan, Suhaidi mendorong kreator muda mengangkat potensi wisata di kawasan Gunung Leuser. Ia menyebut sekitar 60 persen kawasan Gunung Leuser berada di wilayah Gayo Lues, termasuk puncaknya.
Menurut dia, potensi tersebut masih dapat dikembangkan melalui promosi yang lebih luas. Kreator lokal diharapkan dapat membantu memperkenalkan kawasan tersebut kepada calon wisatawan melalui konten digital.
"Banyak turis-turis mancanegara yang berkunjung ke Puncak Leuser, padahal itu belum tersentuh oleh pemerintah daerah secara maksimal. Apalagi nanti sudah dibantu oleh para adik-adik kreator yang ada di Gayo Lues, saya yakin bahwa Leuser ini akan menjadi pusat pendakian favorit,” ujarnya.
Ia juga menilai karakter perjalanan menuju Puncak Leuser dapat menjadi bagian dari daya tarik yang diangkat melalui konten kreatif.
Suhaidi menyebut ketinggian Puncak Leuser mencapai lebih dari 3.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara perjalanan menuju puncak disebut membutuhkan waktu sekitar 14 hari, dengan tujuh hari perjalanan naik dan tujuh hari perjalanan turun.
“Di samping ketinggiannya 3.400 lebih mdpl, kemudian lama waktunya. Itu kita untuk mencapai Puncak Leuser butuh 14 hari. Naiknya tujuh hari, turunnya tujuh hari, jadi 14 hari,” katanya.
Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Andy Ruswar, mengatakan pelatihan tersebut ditujukan untuk menemukan talenta daerah yang dapat menjadi pelopor pengembangan ekonomi baru.
“Ekonomi kreatif ini dimulai dari daerah, sehingga mencari talenta-talenta di daerah ini. Teman-teman di daerah tidak perlu lagi mencari pekerjaan di Banda atau Jakarta. Cukup di sini, mereka sudah kita koneksikan dengan media-media yang ada di Jakarta,” ujar Andy.
Peserta juga dibekali kemampuan membuat konten untuk pemasaran produk. Materi mencakup penataan storytelling agar informasi mengenai sebuah produk dapat disampaikan secara tepat dan menarik kepada masyarakat luas.
Program pendampingan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Andy mengatakan peserta nantinya akan mendapatkan mentoring secara daring.
Produk yang dikembangkan peserta juga akan dibantu untuk memperoleh dukungan dari Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dan dipasarkan melalui sejumlah saluran, termasuk toko di Bandara Banda Aceh dan Suzuya Mall. Promosi juga akan didukung melalui penempatan media digital, seperti Facebook, TikTok, dan Instagram.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan memantau hasil pelatihan dan perkembangan peserta setelah mengikuti program tersebut. Pemantauan dilakukan untuk melihat sejauh mana keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi peserta maupun daerah.
Melalui penguatan talenta kreatif dan pemasaran digital, pemerintah berharap potensi produk serta wisata Gayo Lues dapat menjangkau pasar dan audiens yang lebih luas.