Dari Buah dan Sayur, Petani Lumajang Racik Pupuk untuk Tembakau
DKPP Lumajang (Istimewa)
DKPP Lumajang (Istimewa)
Lumajang, InfoPublik – Petani tembakau di Kabupaten Lumajang mendapat pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sebagai alternatif pendukung budidaya sekaligus membuka peluang menekan biaya produksi.
Pelatihan dikembangkan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lumajang melalui sekolah lapang yang turut didukung Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Dalam kegiatan tersebut, petani mempelajari pemilihan bahan, komposisi, proses pengolahan dan fermentasi, hingga cara mengaplikasikan pupuk pada tanaman tembakau.
Praktik pembuatan pupuk dilakukan secara gotong royong di Kantor APTI Lumajang, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.
Sejumlah bahan organik seperti buah-buahan dan sayuran dihancurkan menggunakan mesin pelumat sebelum dicampur dengan bahan pendukung lainnya.
Campuran kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup untuk menjalani proses fermentasi selama kurang lebih satu bulan.
Setelah siap digunakan, pupuk organik cair diaplikasikan pada tanaman tembakau mulai usia sekitar satu minggu hingga 50 hari dengan menyesuaikan kebutuhan tanaman.
Ketua APTI Lumajang, Dwi Wahyono, mengatakan petani mulai memahami pemanfaatan pupuk organik sebagai salah satu alternatif dalam budidaya tembakau.
“Pupuk organik kualitasnya tidak kalah dengan pupuk kimia, terutama ketika pembuatannya dilakukan dengan teori yang benar,” ujar Dwi, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, kualitas pupuk organik sangat bergantung pada pemilihan bahan, komposisi, serta proses pengolahan yang tepat.
Sementara itu, Konsultan Pupuk Organik APTI Lumajang, Ade Rian, menekankan pentingnya pemahaman petani terhadap seluruh tahapan pembuatan.
Mulai dari pemilihan bahan, pengaturan komposisi, fermentasi, hingga metode aplikasi perlu dilakukan sesuai kebutuhan tanaman agar pupuk dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pengetahuan tersebut diberikan melalui sekolah lapang yang memadukan materi dengan praktik langsung.
Dengan metode tersebut, petani tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga memiliki pengalaman membuat dan menggunakan pupuk organik secara mandiri.
Pemanfaatan bahan organik yang tersedia di sekitar lingkungan juga membuka peluang bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap sebagian input budidaya dari luar.
Melalui sekolah lapang dan pendampingan, APTI Lumajang mendorong petani memperkuat keterampilan budidaya serta memanfaatkan sumber daya lokal secara lebih efisien.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved