Banda Aceh, InfoPublik — Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong pengembangan pariwisata bergeser dari orientasi jumlah kunjungan menuju quality tourism atau pariwisata berkualitas. Strategi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.
Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi Pemko Banda Aceh bersama Tim Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Sabtu (19/9/2026). Rapat dipimpin Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan dihadiri jajaran Sekretaris Daerah, para asisten, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar RI Reza Fahlevi mengatakan Banda Aceh memiliki keunggulan kompetitif pada wisata sejarah, religi, budaya, kuliner, hingga bencana. Produk wisata seperti Tsunami Trail dan Heritage Trail dinilai memiliki diferensiasi yang kuat di tingkat nasional.
Menurut Reza, sektor pariwisata saat ini menyumbang 36,18 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banda Aceh. Namun, pengembangan sektor tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain aksesibilitas, kualitas amenitas, dan kesiapan sumber daya manusia (SDM).
“Pengembangan perlu bergeser dari sekadar meningkatkan jumlah kunjungan menuju pariwisata berkualitas (quality tourism). Kita fokus mengintegrasikan destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan dalam satu ekosistem,” ujar Reza.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan. Ia juga mendorong agar potensi wisata sejarah Banda Aceh dikemas dengan narasi atau storytelling yang kuat sehingga memberikan nilai edukasi yang lebih mendalam bagi wisatawan.
Selain penguatan narasi destinasi, Pemko Banda Aceh mendorong konektivitas paket wisata antardaerah, khususnya dengan Aceh Besar dan Sabang. Langkah tersebut diharapkan dapat memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi.
Sebagai bagian dari penguatan destinasi, Pemko Banda Aceh juga tengah menyiapkan revitalisasi kawasan kota tua. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat identitas kota sekaligus mengintegrasikan berbagai destinasi wisata yang ada di Banda Aceh.