Griya Lansia Gerbang Mas Siapkan Layanan 24 Jam hingga Pemeriksaan Kesehatan
LPPL Radio Suara Lumajang
LPPL Radio Suara Lumajang
Lumajang, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berencana menambah kapasitas Griya Lansia Gerbang Mas dari 23 menjadi 30 penghuni mulai Januari 2027 untuk memperkuat pelayanan bagi lanjut usia yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lumajang, Darno, mengatakan Griya Lansia Gerbang Mas telah beroperasi sejak 2019 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 12 Tahun 2019.
Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi lansia, terutama mereka yang terlantar, tidak memiliki keluarga yang dapat merawat, atau tidak mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar.
Darno menjelaskan setiap laporan mengenai lansia terlantar tidak langsung ditindaklanjuti dengan penempatan di Griya Lansia. Petugas terlebih dahulu mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen sosial guna menentukan bentuk penanganan yang paling sesuai.
“Setiap ada laporan masyarakat, kita tindak lanjuti dengan datang ke lokasi. Kita lakukan asesmen sosial, kemudian dibuat laporan sosial untuk menentukan penanganannya,” jelas Darno dalam Talkshow JELITA di Studio 1 LPPL Radio Suara Lumajang, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, kondisi setiap lansia berbeda. Ada yang membutuhkan perlindungan penuh, bantuan dalam aktivitas sehari-hari, maupun penelusuran keluarga atau daerah asal.
Saat ini penghuni Griya Lansia mendapatkan makan tiga kali sehari serta makanan tambahan seperti bubur kacang hijau dan susu. Pelayanan kesehatan dilakukan minimal satu kali setiap bulan melalui kerja sama dengan Puskesmas Perkotaan Kecamatan Lumajang. Penghuni juga mengikuti senam dan aktivitas ringan yang disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.
Sebagian lansia memilih merawat tanaman dan bunga di lingkungan Griya Lansia sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. “Para penghuni juga diberikan kesempatan melakukan berbagai aktivitas sesuai kemampuan dan minat. Sebagian lansia senang merawat bunga dan tanaman sehingga turut membantu menjaga lingkungan Griya Lansia tetap asri,” ujar Darno.
Selain itu, perhatian sosial juga dinilai penting bagi penghuni. Darno mengatakan kunjungan masyarakat maupun pemberian santunan dapat membantu memberikan semangat kepada para lansia. “Tidak harus yang mahal. Perhatian itu juga membuat mereka merasa senang,” ungkapnya.
Pelayanan di Griya Lansia saat ini didukung empat petugas yang bekerja secara bergantian selama 24 jam. Sejumlah penghuni membutuhkan bantuan penuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari sehingga pelayanan memerlukan kesabaran dan ketelatenan. “Kalau kita bekerja dengan hati, insyaallah bisa. Ini kalau bekerja dengan emosi tidak bisa,” jelas Darno.
Pemkab Lumajang juga telah melakukan pembaruan sejumlah fasilitas, antara lain 30 unit spring bed, renovasi bangunan, televisi, internet, mesin cuci, meja, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Selain pelayanan lansia, fasilitas tersebut untuk sementara juga dapat digunakan bagi masyarakat yang mengalami persoalan sosial sambil dilakukan penelusuran keluarga dan daerah asal.
Masa tinggal sementara untuk penanganan tersebut paling lama tujuh hari. Apabila identitas dan daerah asal telah diketahui, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan keluarga maupun pemerintah daerah terkait.
Masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat dirujuk ke unit pelayanan sosial milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Darno mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perlunya Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) di Kabupaten Lumajang agar penanganan berbagai persoalan sosial dapat dilakukan lebih terpadu.
“Kalau ada Liposos, otomatis nanti lansia maupun siapa pun orang yang mengalami permasalahan sosial yang tinggal di Liposos itu bisa berkarya,” ungkapnya.
Menurutnya, Liposos diharapkan tidak hanya menjadi tempat penampungan, tetapi juga menyediakan kegiatan keterampilan agar masyarakat yang mendapat pendampingan tetap produktif sesuai kemampuan.
Darno juga mengingatkan keluarga dan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lansia maupun anggota keluarga yang membutuhkan bantuan.
“Mumpung kita masih muda, mari kita berbuat sesuai dengan norma-norma agama, sesuai dengan peraturan yang ada. Jangan kita menelantarkan keluarga kita,” pesannya.
(MC Kab. Lumajang/Dy/Fb/An-m)