Guru PAUD Lumajang Diajak Keluar dari Rutinitas, Ini yang Dipelajari
Kominfo Lumajang/Ardi
Kominfo Lumajang/Ardi
Lumajang, InfoPublik – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lumajang memperkuat kemampuan komunikasi, kerja tim, dan tata kelola guru PAUD binaan melalui kegiatan outbound dan game based learning.
Pembinaan tersebut dirancang agar para guru tidak hanya meningkatkan kapasitas sebagai pendidik, tetapi juga mampu membangun kerja sama dan pembagian peran yang lebih baik dalam pengelolaan lembaga.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada aspek kelembagaan.
“Guru PAUD bukan sekadar pengajar, tetapi juga pendamping, teladan, pengasuh, sekaligus pembentuk karakter anak,” ujar Dewi Natalia di Pantai Bambang, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, usia dini merupakan fase penting dalam pertumbuhan anak karena berbagai kemampuan dasar mulai berkembang pada periode tersebut.
Karena itu, lingkungan pendidikan membutuhkan pendampingan yang konsisten sekaligus tata kelola lembaga yang mendukung proses belajar anak.
Dalam kegiatan tersebut, para guru mengikuti permainan kelompok dan berbagai tantangan yang membutuhkan komunikasi, kepercayaan, pembagian peran, serta kemampuan menyelesaikan persoalan bersama.
“Melalui permainan dan aktivitas kelompok, kita belajar bahwa sebuah tim tidak akan kuat apabila berjalan sendiri-sendiri. Setiap anggota memiliki peran, kemampuan, dan tanggung jawab yang berbeda,” jelasnya.
Dewi Natalia mengatakan kemampuan bekerja sama memiliki kaitan langsung dengan pengelolaan PAUD sehari-hari.
Komunikasi dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan secara efektif, sedangkan pembagian tugas diperlukan agar pekerjaan dapat dilakukan sesuai tanggung jawab masing-masing.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama pembinaan dapat diterapkan di lembaga PAUD binaan TP PKK di Kabupaten Lumajang.
“Kita tidak ingin lembaga PAUD hanya berjalan karena rutinitas. Kita ingin PAUD binaan PKK memiliki tata kelola yang tertib, administrasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang efektif, serta pelayanan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.
Menurut Dewi Natalia, penguatan PAUD juga membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari TP PKK, pengelola lembaga, guru, pemerintah desa atau kelurahan, TP PKK kecamatan, hingga Dinas Pendidikan.
Kegiatan di Pantai Bambang sekaligus menjadi ruang bagi para guru untuk bertukar pengalaman dan memperkuat komunikasi antarpengelola PAUD binaan PKK.
Melalui pembinaan tersebut, TP PKK Lumajang mendorong setiap lembaga PAUD memiliki tim yang solid, pembagian peran yang jelas, serta tata kelola yang mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved