Pemprov Riau Buka Peluang Kerja Sama Pengelolaan Hutan dan Pemberdayaan Desa
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membuka peluang kerja sama dengan Yayasan Hutan Tropis untuk mendukung program kehutanan, perkebunan, ketenagakerjaan, dan pemberdayaan masyarakat tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sekretaris Yayasan Hutan Tropis, Nofri Iswandi, mengatakan organisasinya menawarkan sumber daya dan tim untuk membantu mempercepat pelaksanaan sejumlah program pemerintah daerah.
“Seluruh tim dan sumber daya dari kami disediakan tanpa membebani anggaran daerah. Kami hadir untuk membantu percepatan program kerja di dinas-dinas seperti Disbun, Disnaker, dan DLHK,” ujar Nofri di Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Kamis (17/9/2026).
Nofri menjelaskan Yayasan Hutan Tropis berafiliasi dengan Earthworm Foundation di Swiss dan berfokus mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek ekonomi, masyarakat, dan lingkungan.
“Kami dari Yayasan Hutan Tropis berafiliasi dengan Earthworm Foundation di Swiss. Latar belakang sekarang fokus mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab, tidak hanya 100 persen berorientasi pada profit, tetapi juga peduli terhadap masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Menurut Nofri, Yayasan Hutan Tropis saat ini melakukan pendampingan di 19 desa di Riau yang masih memiliki tutupan hutan.
Kerja sama dengan Pemprov Riau diharapkan dapat memperluas jangkauan program pendampingan ke wilayah lainnya.
“Saat ini konsentrasi pendampingan berada di 19 desa yang masih memiliki sisa tutupan hutan. Jika kami bisa melakukan MoU dengan pemerintah provinsi, pendampingan bisa merata ke seluruh daerah,” jelasnya.
Selain pendampingan desa, yayasan tersebut juga menjalankan program di sektor perkebunan. Salah satunya dilakukan terhadap petani yang mengelola lahan marginal atau lahan kurang subur.
Nofri mengatakan penggunaan pupuk organik dan teknik pengelolaan tertentu telah diterapkan dalam pendampingan petani di Kabupaten Indragiri Hulu.
“Contoh implementasi konkret sektor perkebunan, tim kami mendampingi petani di lahan marginal atau kurang subur dengan aplikasi pupuk organik dan teknik tertentu sehingga lahannya menjadi produktif. Itu sudah ada buktinya pada petani bimbingan kami di Indragiri Hulu,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut sepanjang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
“Maksud dan keinginan dari Yayasan Hutan Tropis untuk menjalin kesepakatan serta kolaborasi dengan pemerintah daerah tentu kita sambut baik. Selama niatnya positif untuk membangun Riau, tidak ada masalah dan akan kita dukung sepenuhnya,” ucap SF Hariyanto.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, M Job Kurniawan, mengatakan rencana kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti pada tingkat teknis.
Proses tersebut akan mencakup pembahasan kesepakatan hingga persiapan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
“Arahan Bapak Gubernur akan segera kami tindak lanjuti di tingkat teknis untuk memproses kesepakatan dan penandatanganan MoU. Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kontribusi Yayasan Hutan Tropis di Riau,” pungkasnya.
© Copyright 2026, All Rights Reserved