Dumai, InfoPublik - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan model desentralisasi dan otonomi daerah di wilayah perbatasan untuk mendorong kemandirian daerah sesuai karakteristik dan potensi masing-masing wilayah, termasuk Kota Dumai, Provinsi Riau.
Hal tersebut disampaikan Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Politik BRIN, Siti Zuhro, saat menemui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai Fahmi Rizal di Ruang Rapat Wan Dahlan Ibrahim, Dumai, Rabu (16/9/2026).
Siti menjelaskan, Kota Dumai menjadi salah satu dari 11 daerah penelitian BRIN dalam pengembangan model wilayah perbatasan dan desentralisasi yang lebih maju. Penelitian tersebut dilakukan untuk melihat kondisi daerah secara langsung sekaligus merumuskan model penguatan otonomi yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
"Daerah-daerah perbatasan diharapkan tidak menggantungkan diri ke pemerintah pusat. Daerah perbatasan dapat lebih mandiri dengan karakteristiknya masing-masing. Kami dari tim juga akan bertanya kepada masing-masing OPD terkait untuk penelitian kami," ujar Siti.
Menurutnya, pembangunan di wilayah perbatasan perlu diselaraskan dengan regulasi yang berlaku agar kebijakan yang dihasilkan dapat diterapkan secara tepat. BRIN juga akan menyerahkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama periode 2022-2024 kepada Pemerintah Kota Dumai.
Sementara itu, Sekda Kota Dumai, Fahmi Rizal, menyambut baik penelitian yang dilakukan BRIN. Ia berharap hasil kajian tersebut dapat memberikan rekomendasi yang berdampak positif terhadap pembangunan dan peningkatan perekonomian Kota Dumai.
"Kami sangat berharap hasil penelitian BRIN berdampak positif bagi Provinsi Riau, khususnya di Kota Dumai, dan menghasilkan penelitian untuk kemajuan bagi Kota Dumai," harap Fahmi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Dumai, para camat, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perusahaan, serta pelaku UMKM.
Melalui penelitian tersebut, BRIN diharapkan dapat memberikan masukan berbasis kajian untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, kemandirian ekonomi, serta pembangunan Kota Dumai sebagai salah satu wilayah perbatasan.