Perpustakaan Keliling Sumenep Perluas Akses Bacaan Siswa
Sumenep, InfoPublik – Keterbatasan koleksi buku di sekolah tidak menghalangi upaya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Islam Sumenep memperluas akses bacaan bagi siswa. Sekolah mendatangkan layanan Perpustakaan Keliling (Perpusling) untuk menghadirkan beragam bahan bacaan langsung ke lingkungan sekolah.
Layanan tersebut disambut antusias siswa saat armada Perpusling hadir di halaman MTs Nurul Islam Sumenep, Rabu (16/9/2026). Para siswa memanfaatkan kesempatan itu untuk memilih dan membaca berbagai koleksi buku yang tersedia.
Kepala MTs Nurul Islam Sumenep Nur Kholilan Mannan mengatakan, kehadiran Perpusling merupakan bagian dari inovasi sekolah untuk mendekatkan bahan bacaan kepada siswa sekaligus mendorong kebiasaan membaca. “Perpusling ini kami datangkan untuk meningkatkan minat baca dan literasi siswa agar mereka lebih gemar membaca,” kata Kholilan.
Menurut dia, layanan jemput bola menjadi salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan koleksi bacaan di lingkungan sekolah. Dengan akses yang lebih mudah, siswa memiliki pilihan bahan bacaan yang lebih beragam di luar koleksi yang tersedia di perpustakaan sekolah.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep. Pustakawan Ahli Muda Syaiful Bahri yang mendampingi layanan di sekolah menyatakan kesiapan dinas untuk mendukung sekolah yang ingin memperkuat gerakan literasi. “Kami siap mendukung sekolah-sekolah yang ingin menggiatkan literasi dengan menyediakan bahan bacaan yang edukatif dan menarik bagi siswa,” ujar Syaiful.
Kolaborasi sekolah dan pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada kunjungan Perpusling, tetapi berkembang menjadi akses bacaan yang lebih rutin dan merata. Dengan demikian, siswa di berbagai sekolah di Kabupaten Sumenep memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan bahan bacaan berkualitas.
Penguatan literasi melalui layanan bergerak juga menunjukkan bahwa peningkatan budaya baca tidak hanya bergantung pada ketersediaan perpustakaan di satuan pendidikan. Pendekatan jemput bola dapat menjadi alternatif untuk menjangkau sekolah yang membutuhkan tambahan koleksi dan memperluas ekosistem literasi di daerah.
(Ren/Fer)
© Copyright 2026, All Rights Reserved