SLEMAN, InfoPublik – Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Ma’ruf, mempresentasikan hasil penelitian ilmiah bertajuk "Utilization of Artificial Intelligence by Blind Students in Yogyakarta" pada ajang Kalijaga International Conference on Education (KICE) di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).
Riset kualitatif deskriptif tersebut meneliti pengalaman empat mahasiswa tunanetra dari empat perguruan tinggi di Yogyakarta dalam memanfaatkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Aplikasi AI seperti ChatGPT, Gemini, NotebookLM, Perplexity, AI Studio, Suno AI, hingga teknologi pengenal visual Be My Eyes, Envision AI, dan Cash Reader terbukti membantu mahasiswa tunanetra memahami teks, mengakses dokumen perkuliahan, mengenali benda, serta memperlancar kegiatan studi secara mandiri.
Ahmad menegaskan, dalam perspektif pendidikan inklusif, AI bukan sekadar tren kecanggihan teknologi, melainkan instrumen krusial yang menjembatani jurang keterbatasan informasi.
Kehadiran teknologi asistif seperti penganalisis teks visual dan conversational AI dinilai sangat efektif mengatasi hambatan ketersediaan bahan bacaan berformat khusus yang selama ini menjadi kendala utama mahasiswa difabel netra.
Meski demikian, Arif mengingatkan, pemanfaatan AI tetap memiliki tantangan risiko, seperti validitas akurasi informasi, keamanan privasi data, potensi bias algoritma, hingga ketergantungan teknologi.
Oleh karena itu, penguatan literasi digital dan pemahaman etika AI bagi para pengguna tunanetra perlu terus dikembangkan agar pemanfaatan teknologi di lingkungan perguruan tinggi dapat memberikan dampak inklusif, aman, dan berkelanjutan. (MC Sleman / KIM Sumber Biwara Moyudan / Edy)