PWI Riau Ajak Pimpinan Media Cegah Praktik yang Merusak Marwah Jurnalis
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar, mengajak pimpinan media dan organisasi pers memperkuat pengawasan terhadap praktik tidak etis yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan wartawan.
Ajakan tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” di Gedung PWI, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Selasa (15/9/2026).
Raja mengatakan PWI Riau menerima berbagai keluhan dari kepala sekolah, kepala desa, dan masyarakat mengenai perilaku sejumlah oknum yang mengaku sebagai wartawan.
“Setiap kali kami bertemu dengan kepala sekolah, kepala desa, dan tokoh masyarakat, keluhan yang muncul selalu sama. Mereka mengeluhkan perilaku, etika, dan sikap oknum yang mengaku wartawan,” kata Raja.
Menurut Raja, berdasarkan keluhan yang diterimanya, terdapat oknum yang mendatangi sekolah, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), maupun instansi tertentu dan diduga meminta uang tanpa menjalankan proses jurnalistik sebagaimana mestinya.
Ia menilai praktik tersebut berpotensi merugikan reputasi wartawan yang menjalankan tugas secara profesional.
Karena itu, Raja mengajak perusahaan media dan organisasi pers memperkuat penerapan etika, profesionalisme, serta kompetensi jurnalis.
“Tantangan kita ke depan bukan hanya memikirkan soal memproduksi konten, tetapi bagaimana menyelamatkan eksistensi dan integritas wartawan profesional di tengah situasi seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, persepsi negatif terhadap profesi wartawan juga berkembang melalui media sosial ketika tindakan oknum tertentu kemudian digeneralisasi kepada seluruh insan pers.
Raja menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi organisasi pers dan perusahaan media untuk menunjukkan praktik jurnalistik yang profesional kepada masyarakat.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas perkembangan jumlah media daring di Riau serta peningkatan kapasitas wartawan melalui pendidikan dan uji kompetensi.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam forum, jumlah media daring yang beroperasi di Riau diperkirakan mencapai ribuan, sedangkan jumlah wartawan yang tercatat di PWI Riau dan telah mengikuti uji kompetensi disebut masih di bawah 300 orang.
Forum yang diikuti wartawan dan pimpinan redaksi tersebut diarahkan untuk membahas langkah penguatan etika serta profesionalisme di lingkungan pers.
PWI Riau juga merangkaikan kegiatan dengan peluncuran Lomba Karya Tulis Jurnalistik 2026 sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan kualitas karya jurnalistik di daerah.
Selain itu, PWI Riau menyatakan akan terus mendorong peningkatan kapasitas anggotanya melalui pelatihan dan uji kompetensi.
© Copyright 2026, All Rights Reserved