Bone Bolango, Infopublik – Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan SIpil (Dinsosdukcapil) Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, menyatakan sejumlah 24.000 liter air bersih kembali disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan di Desa Molintogupo dan Desa Libungo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango.
Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone Bolango membuat kebutuhan air bersih warga semakin mendesak.
Bantuan tersebut menyasar 81 kepala keluarga atau 255 jiwa yang terdampak kekurangan air bersih.
Untuk mempercepat distribusi, Dinsosdukcapil mengerahkan dua armada ke lokasi. Masing-masing satu unit truk tangki air berkapasitas 5.000 liter dan satu unit truk bak tong hydrant berkapasitas 3.000 liter.
Sebanyak tujuh personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Provinsi Gorontalo juga diterjunkan untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Distribusi air bersih ini merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami memastikan penyaluran dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan warga di lapangan,” ujar Reflin, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan laporan Pusdalop TAGANA Provinsi Gorontalo, proses distribusi di dua desa tersebut berlangsung aman, lancar, kondusif dan terkendali. Tidak ditemukan kendala berarti selama pelaksanaan.
Penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari langkah Pemprov Gorontalo dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Tak berhenti sampai di sini. Distribusi air bersih akan kembali dilanjutkan dengan sasaran masyarakat di Desa Pancuran, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango.
Pelaksanaan distribusi selanjutnya akan dikoordinasikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Sujono Said Antule, bersama Pejabat Fungsional Muda, Rano Saputra.
Dengan pengerahan personel TAGANA dan jajaran Dinsosdukcapil yang diperkuat armada distribusi, pemerintah memastikan penanganan dampak kekeringan terus dilakukan secara responsif berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan. (mcgorontaloprov/owan)