Kota Gorontalo, InfoPublik - Bunda Literasi Provinsi Gorontalo melalui perwakilannya, Rasuna Thalib, menegaskan seni bertutur bukan sekadar ajang membaca buku, melainkan sarana strategis dalam memperkenalkan kekayaan cerita rakyat dan kearifan lokal guna membentuk karakter serta kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Cerita rakyat dan berbagai kisah yang berasal dari daerah menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda.
“Kita memiliki begitu banyak cerita, legenda, sejarah, tokoh, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur yang patut diwariskan kepada anak-anak kita. Jangan sampai kekayaan tersebut hanya menjadi cerita yang tersimpan dalam buku, tetapi harus hidup dalam ingatan dan hati mereka,” kata Rasuna Thalib, pada Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Provinsi Gorontalo Tahun 2026, Kamis (10/9/2026).
Rasuna menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu sarana untuk menumbuhkan budaya gemar membaca, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan kecintaan anak-anak kita terhadap cerita, sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur daerah serta bangsa Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo ini berlangsung di aula lantai dua Gedung Layanan Perpustakaan Umum H.B. Jassin.
Kegiatan yang mempertemukan para siswa terbaik dari kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kegemaran membaca, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri anak, sekaligus memperkenalkan kekayaan cerita, sejarah, budaya dan kearifan lokal Gorontalo sejak usia dini.
Kepada para peserta, Bunda Literasi berpesan agar momentum tersebut dimanfaatkan bukan semata-mata untuk meraih juara, tetapi sebagai ruang belajar untuk berani tampil, berani berbicara, menghargai budaya serta mencintai buku dan cerita rakyat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang telah memberikan pendampingan, latihan, dukungan dan doa kepada para peserta.
“Saya berharap kegiatan Lomba Bertutur ini dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan, bercerita sebagai budaya, dan literasi sebagai gaya hidup anak-anak Gorontalo,” ungkapnya.
Sedangkan, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Husni Jusuf menjelaskan, Lomba Bertutur dilaksanakan melalui DAK Nonfisik Tahun Anggaran 2026, serta sesuai petunjuk teknis pelaksanaan DAK Nonfisik untuk Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah Tahun Anggaran 2026.
Sebanyak 12 siswa mengikuti lomba dimana setiap kabupaten/kota mengirimkan dua orang peserta, sehingga seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo terwakili dalam kompetisi tersebut.
Para peserta dinilai oleh tiga orang dewan juri yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang literasi, budaya dan seni bertutur, yakni Hasdin Danial, seorang budayawan sekaligus pegiat literasi, Herman Didipu dari akademisi, serta Fitri Fathia Paramita Kinanti yang merupakan seorang pendongeng dan juga seorang pegiat literasi.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, enam peserta berhasil meraih posisi terbaik dalam Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Provinsi Gorontalo Tahun 2026.
Adapun peserta yang meraih juara masing-masing :
- Seyra Maheswari Tuna – SDN 8 Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
- Raniatudjanah Mahmud – SDN 1 Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
- Eliza Qairan Mikayla – SDN 10 Kota Barat, Kota Gorontalo.
- Reysha Azzahra A. – SDN 11 Limboto, Kabupaten Gorontalo.
- Muhamad Khairul Alyar – SDN 3 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.
- Nawal Atiyyah Jufri – MI Terpadu Az-Zahra, Kabupaten Boalemo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto, jajaran Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kabupaten/kota atau yang mewakili, para guru pendamping serta orang tua peserta.
Pelaksanaan Lomba Bertutur itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo dalam mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi. (mcgorontaloprov/ppid)