Surabaya, InfoPublik – Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur mulai mematangkan persiapan Kabupaten Blitar sebagai tuan rumah Temu Karya Relawan Nasional (TKRN) VII 2027. Bersamaan dengan itu, PMI Jatim memperkuat tata kelola pelayanan darah agar semakin tertib, terstandar, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dua agenda tersebut menjadi pembahasan utama dalam pertemuan Jejaring PMI Wilayah Malang yang mempertemukan unsur Markas dan Unit Donor Darah (UDD) PMI. Forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk memetakan kebutuhan sekaligus menyamakan langkah menghadapi agenda nasional dan penguatan pelayanan kemanusiaan.
Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur Dwi Suyanto mengatakan PMI Jatim bersama PMI Kabupaten Blitar berkomitmen mendukung kesiapan Blitar sebagai tuan rumah TKRN VII 2027. Persiapan dilakukan sejak dini agar penyelenggaraan kegiatan dapat berjalan optimal sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Menurut dia, kedatangan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Blitar. Aktivitas tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Dukungan penuh dari PMI Provinsi Jawa Timur dan PMI Kabupaten Blitar menjadi pilar utama suksesnya agenda nasional ini. Melalui TKRN VII 2027, kita tidak hanya memperkuat kapasitas dan kebersamaan relawan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui UMKM dan pariwisata daerah,” ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Koordinasi dengan PMI Pusat akan terus diperkuat, terutama untuk memastikan pembagian peran dan tanggung jawab antara PMI Pusat, PMI Provinsi Jawa Timur, dan PMI Kabupaten Blitar sebagai tuan rumah.
Sejumlah kebutuhan penyelenggaraan juga mulai dipetakan, meliputi sarana dan prasarana, sumber daya manusia, logistik, transportasi, kemitraan, serta struktur kepanitiaan. Jejaring PMI Wilayah Malang diharapkan dapat mendukung kebutuhan tersebut, termasuk dalam penyediaan personel, dukungan teknis, logistik, dan mobilisasi relawan.
Sekretaris PMI Kabupaten Blitar Sunu Ali Wardhana mengatakan daerahnya siap menjadi tuan rumah dan membangun kolaborasi dengan seluruh jejaring PMI.
“Kabupaten Blitar siap menjadi tuan rumah yang hangat dan profesional. Dukungan jejaring PMI se-Wilayah Malang adalah modal sosial yang sangat besar bagi kami untuk menyukseskan gelaran ini, baik dari aspek kesiapan lapangan maupun pelibatan masyarakat lokal,” ujarnya.
Tata Kelola Layanan Darah Diperkuat
Selain persiapan TKRN VII 2027, pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan strategis dalam pelayanan darah. Pembahasan yang melibatkan UDD PMI dipandu Kepala UDD PMI Kota Malang dr. Luluk bersama Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur dr. Harsono.
Salah satu isu yang dibahas ialah penyesuaian Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) dan aspek perpajakan. Forum menyepakati bahwa permintaan diskon BPPD dari rumah sakit jejaring tetap mengacu pada BPPD yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Pembahasan juga mencakup usulan perlakuan perpajakan terhadap komponen darah yang disesuaikan dengan karakteristik pelayanan kemanusiaan. Penyesuaian tersebut dinilai penting untuk menjaga keterjangkauan layanan sekaligus mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat.
Dari sisi operasional, standardisasi Mobile Unit (MU) atau layanan donor darah bergerak juga menjadi perhatian. Pelaksanaan donor darah melalui mobil unit diarahkan tetap mengikuti kesepakatan bersama dengan kelompok donor darah yang telah terdaftar.
Langkah tersebut diharapkan membuat pelayanan darah tidak hanya berjalan secara operasional, tetapi juga memiliki tata kelola yang lebih tertib dan terstandar.
Pertemuan Jejaring PMI Wilayah Malang menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas tingkatan dan bidang dalam menjalankan agenda kemanusiaan. Persiapan TKRN VII 2027 membutuhkan dukungan PMI Pusat, PMI Provinsi Jawa Timur, PMI Kabupaten Blitar, pemerintah daerah, jejaring PMI, mitra, dan masyarakat.
Sementara itu, penguatan pelayanan darah memerlukan koordinasi berkelanjutan antara UDD, fasilitas pelayanan kesehatan, kelompok donor darah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui konsolidasi tersebut, PMI Jatim menargetkan persiapan TKRN VII 2027 berjalan lebih terarah sekaligus menghadirkan pelayanan darah yang semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(Mc.Jatim/Eyv)