Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, pemerintah menargetkan sekitar 8.000 ekor hewan mendapatkan vaksinasi rabies sepanjang 2026. Program tahunan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mencegah penularan rabies dari hewan kepada manusia.
Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Sugiyanto, mengatakan, hingga Juli 2026 sekitar 3.000 ekor hewan telah mendapatkan vaksinasi. Pelayanan akan terus dilakukan hingga akhir tahun untuk mencapai minimal 80 persen dari sasaran.
“Target kita sekitar 8.000 ekor sampai Desember. Sampai Juli kemarin sudah sekitar 3.000-an yang tervaksin dan kegiatan ini terus berjalan,” ujar Sugiyanto, Kota Palangka Raya berharap semakin banyak pemilik hewan yang berpartisipasi dalam pencegahan rabies. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko pen Rabu (9/9/2026).
Meski hingga saat ini belum ditemukan indikasi hewan terjangkit rabies di wilayah Palangka Raya, upaya pencegahan tetap dilakukan secara aktif melalui vaksinasi dan pemantauan di lapangan.
Selain vaksinasi, petugas memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya pemilik hewan peliharaan, mengenai pentingnya menjaga dan mengawasi hewan agar tidak berkeliaran bebas. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko gigitan dan potensi penularan rabies.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesmavet, serta Pengolahan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHP) DPKP Kota Palangka Raya, drh. Ganjar Priyanto, menjelaska, peran pemilik hewan sangat penting dalam mendukung keberhasilan pencegahan rabies.
“Anjing, kucing, dan kera berpotensi terkena rabies. Penyakit ini berbahaya karena dapat menular kepada manusia. Untuk itu, pencegahan melalui vaksinasi pada hewan terus kami lakukan,” kata Ganjar.
Untuk memperluas cakupan layanan, DPKP menerapkan, sistem jemput bola atau door-to-door. Petugas mendatangi langsung rumah warga yang memiliki hewan peliharaan untuk memberikan vaksinasi.
Masyarakat juga dapat mengajukan permintaan pelayanan maupun menyampaikan pengaduan melalui media sosial resmi dan SMS Center DPKP Kota Palangka Raya.(Mc.Palangka Raya/Eyv)
“Kami ada petugas yang turun langsung ke lapangan dan masyarakat juga bisa meminta pelayanan secara langsung. Jadi, vaksinasi ini tidak hanya menunggu warga datang, tetapi petugas juga aktif mendatangi warga,” jelasnya.
Melalui vaksinasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, DPKP Kota Palangka Raya berharap semakin banyak pemilik hewan yang berpartisipasi dalam pencegahan rabies. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko penularan sekaligus mendukung terwujudnya Palangka Raya bebas rabies.(MC Kota Palangka Raya/Gusti/Eyv)